Apple merayakan ulang tahun ke-50 lewat rangkaian acara global yang menampilkan Alicia Keys, Chris Lee, Molly Yllom, dan CORTIS.

Apple resmi memulai perayaan ulang tahun ke-50 melalui rangkaian acara spesial yang digelar di berbagai belahan dunia sepanjang Maret. Perayaan ini bukan sekadar penanda usia perusahaan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas, inovasi, dan kemampuan manusia dalam berkarya dengan dukungan teknologi Apple.

Puncak pembukaan perayaan berlangsung pada 13 Maret di Apple Grand Central, New York, lewat penampilan khusus dari Alicia Keys, musisi, produser, dan peraih 17 Grammy Awards. Dalam suasana intim di tangga ikonik lokasi tersebut, Alicia Keys membawakan sejumlah lagu terkenalnya. Momen itu juga semakin hidup berkat kemampuan iPhone 17 Pro yang menangkap energi sekaligus kedekatan suasana pertunjukan.

Perayaan Apple 50 Tahun Angkat Kreativitas Global

Sepanjang bulan ini, Apple menggelar berbagai kegiatan di sejumlah negara dengan semangat yang sama, yaitu menampilkan kreativitas manusia dalam aksi nyata. Setiap pertemuan dirancang untuk menunjukkan bagaimana ide, seni, dan inovasi dapat berkembang ketika para kreator memiliki perangkat yang mendukung proses mereka.

Pendekatan ini mencerminkan identitas Apple yang selama puluhan tahun lekat dengan kreativitas dan ekspresi personal. Melalui perayaan ini, Apple juga menegaskan bahwa teknologi bukan hanya alat, tetapi juga medium yang memungkinkan lahirnya karya-karya baru di berbagai bidang, mulai dari musik hingga seni visual.

Chris Lee Tampil sebagai Simbol Eksperimen Artistik di Chengdu

Di Apple Taikoo Li Chengdu, China, perayaan ulang tahun ke-50 Apple menghadirkan Chris Lee, sosok penting dalam budaya pop Tiongkok. Sebagai penyanyi, penulis lagu, dan aktor, Chris Lee dikenal berani bereksperimen dalam berkarya. Selama lebih dari dua dekade, ia telah memberikan kontribusi besar di industri hiburan dan meraih lebih dari 260 penghargaan musik di dalam maupun luar negeri.

Chris Lee juga dikenal lewat kemampuannya memadukan unsur pop, elektronik, dan alternatif ke dalam karya-karyanya. Ia telah merilis sejumlah album platinum yang didukung konsep visual dan pertunjukan panggung yang kuat. Dalam perjalanan kreatifnya, Lee pernah menyebut kampanye legendaris Apple, Think Different, sebagai salah satu inspirasi awal. Pengaruh itu kemudian terlihat dalam ekspresi musikal, karakter panggung, dan pendekatan estetikanya yang progresif.

Kini, Chris Lee tidak hanya dikenal sebagai musisi, tetapi juga figur budaya yang menjangkau dunia mode, seni, dan hiburan secara lebih luas.

Apple merayakan ulang tahun ke-50 lewat rangkaian acara global yang menampilkan Alicia Keys, Chris Lee, Molly Yllom, dan CORTIS.

Alicia Keys Warnai Perayaan di New York

Di New York, Alicia Keys menjadi figur sentral dalam pembukaan rangkaian perayaan global Apple. Kariernya yang membentang lintas dekade menjadikannya representasi kuat dari kreativitas, pertunjukan, storytelling, dan inovasi.

Hubungan Alicia Keys dengan ekosistem Apple juga sudah terjalin dalam berbagai proyek. Ia termasuk salah satu artis pertama yang merilis katalog musiknya dalam format Spatial Audio di Apple Music. Selain itu, Alicia juga pernah menjadi bintang utama dalam Apple Music Live.

Pada 2024, pengalaman Alicia Keys: Rehearsal Room menjadi salah satu konten imersif awal untuk Apple Vision Pro. Melalui pengalaman tersebut, penggemar dapat menyaksikan lebih dekat proses kreatif Alicia dalam sesi latihan yang intim dan personal.

Apple merayakan ulang tahun ke-50 lewat rangkaian acara global yang menampilkan Alicia Keys, Chris Lee, Molly Yllom, dan CORTIS.

Molly Yllom Bawa Kisah Kreatif di Bangkok

Sementara itu, di Apple Iconsiam, Bangkok, Apple menghadirkan seniman Thailand Molly Yllom. Perjalanan kreatif Molly dimulai dari kebiasaan menggambar di atas kertas. Saat menempuh pendidikan di universitas, ia menabung untuk membeli MacBook Pro, perangkat yang kemudian ia anggap sebagai investasi penting dalam membangun kariernya.

Pada 2017, Molly memperkenalkan Crybaby, karakter orisinal yang sangat personal dan digunakan untuk mengeksplorasi emosi melalui storytelling visual. Seiring berkembangnya praktik kreatifnya, Molly mulai menambahkan iPad Pro dan Apple Pencil Pro ke dalam perangkat kerjanya. Ia juga kerap menangkap ide secara spontan melalui iPhone, lalu membagikannya kepada tim.

Dalam sesi Today at Apple di Bangkok, Molly turut membimbing peserta menggunakan Apple Pencil di iPad. Kehadirannya memperlihatkan bagaimana teknologi Apple dapat mendukung proses kreatif dari tahap ide awal hingga menjadi karya yang dikenal luas.

Apple merayakan ulang tahun ke-50 lewat rangkaian acara global yang menampilkan Alicia Keys, Chris Lee, Molly Yllom, dan CORTIS.

CORTIS Meriahkan Selebrasi di Seoul

Di Apple Myeongdong, Seoul, perayaan diramaikan oleh grup K-pop CORTIS. Meski baru debut pada musim panas tahun lalu, grup ini telah mencuri perhatian publik global. EP debut mereka pada 2025, Color Outside the Lines, menjadi cerminan misi mereka untuk mendefinisikan ulang makna berkesenian sekaligus mendorong kebebasan berekspresi.

Dalam acara spesial tersebut, CORTIS berbagi cerita tentang perjalanan mereka sebagai artis dan mengejutkan penggemar dengan penampilan tiga lagu, termasuk YOUNGCREATORCREW dari album mendatang mereka.

Sebelumnya, grup ini juga sempat tampil di The Zane Lowe Show di Apple Music Radio, yang membantu mereka membangun basis penggemar internasional. Belum lama ini, CORTIS turut menghadirkan pengalaman musik imersif di Apple Vision Pro, yang memberi penggemar akses lebih dekat ke proses latihan koreografi lagu GO!

Apple merayakan ulang tahun ke-50 lewat rangkaian acara global yang menampilkan Alicia Keys, Chris Lee, Molly Yllom, dan CORTIS.

Apple Tegaskan Semangat Kreativitas di Usia 50 Tahun

Melalui perayaan ulang tahun ke-50 ini, Apple menunjukkan bahwa inovasi tidak pernah berdiri sendiri. Teknologi menjadi lebih bermakna ketika digunakan untuk mendukung kreativitas, mendorong ekspresi, dan memperluas kemungkinan bagi para kreator di seluruh dunia. Dari New York, Chengdu, Bangkok, hingga Seoul, pesan yang dibawa Apple tetap sama: kreativitas manusia akan selalu menjadi pusat dari setiap kemajuan.

(Rutinitas Media)