Penurunan performa tim besar di dunia esports sering kali langsung dikaitkan dengan masalah gameplay. Tidak sedikit penonton yang menilai pemain mulai sering melakukan blunder, kurang tajam saat bertarung, atau tidak lagi tampil sekuat sebelumnya. Namun, menurut pelatih RRQ Kazu, Adi “Ady” Gustiawan, persoalan tim besar biasanya lebih kompleks dari sekadar aspek teknis.

Coach Ady menjelaskan bahwa pemain yang berada di tim besar tentu sudah memiliki kualitas dan pemahaman bermain yang tinggi. Mereka tidak tiba-tiba lupa cara menembak, melakukan rotasi, membaca zona, atau mengambil keputusan di dalam pertandingan. Karena itu, ketika performa tim besar menurun, akar masalahnya sering kali bukan hanya soal mekanik permainan.

Coach Ady menilai penurunan performa tim besar di esports tidak selalu soal gameplay, tetapi juga kepercayaan dan mental tim.

Menurut Coach Ady, faktor utama yang perlu dilihat adalah kepercayaan. Kepercayaan ini bisa hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kepercayaan diri pemain, kepercayaan antarpemain, kepercayaan kepada IGL, sistem permainan, pelatih, hingga manajemen tim.

Ketika kepercayaan mulai terganggu, masalah kecil yang sebelumnya tidak terlihat bisa muncul ke permukaan. Pemain mungkin mulai memiliki ganjalan, perbedaan pendapat, atau rasa tidak puas terhadap sistem yang sedang berjalan. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, dampaknya bisa terasa langsung pada performa tim saat bertanding.

Coach Ady juga menilai bahwa mengembalikan kepercayaan bukan proses instan. Satu atau dua game bagus belum tentu cukup untuk memulihkan kondisi tim sepenuhnya. Dibutuhkan konsistensi agar proses recovery berjalan stabil dan masalah yang sama tidak kembali muncul dalam bentuk berbeda.

Coach Ady menilai penurunan performa tim besar di esports tidak selalu soal gameplay, tetapi juga kepercayaan dan mental tim.

Pandangan ini menunjukkan bahwa esports profesional bukan hanya soal kemampuan bermain. Di level tertinggi, mental, komunikasi, serta hubungan internal tim memegang peran besar. Tanpa kepercayaan yang kuat, tim berisi pemain hebat sekalipun bisa kehilangan arah.

(Rutinitas Media)