RRQ Kazu akhirnya memastikan tiket menuju Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall setelah melewati perjuangan berat di Week 4. Sempat tampil di bawah ekspektasi, RRQ mampu bangkit pada pertandingan penentuan dan mengakhiri persaingan di posisi kelima.
Coach ADYY mengungkap salah satu persoalan terbesar yang dialami tim berasal dari kondisi mental pemain. Kepercayaan diri para pemain sempat menurun cukup drastis hingga karakter permainan RRQ Kazu yang selama ini menjadi kekuatan mereka nyaris tidak terlihat.
Menurut ADYY, performa dalam beberapa pertandingan tersebut tidak mencerminkan kemampuan RRQ sebenarnya. Mengembalikan mental serta keyakinan pemain kemudian menjadi pekerjaan utama coaching staff sebelum menghadapi laga penentuan.

Coach ADYY Bangkitkan Kepercayaan Diri RRQ Kazu
Coach ADYY berusaha mengingatkan para pemain bahwa mereka memiliki kemampuan untuk tampil jauh lebih baik. Performa buruk sebelumnya tidak boleh dianggap sebagai gambaran kekuatan sebenarnya dari RRQ Kazu.
Harus berjuang hingga Week 4 sebenarnya berada di luar perkiraan awal. Namun, situasi tersebut wajib dilewati agar RRQ tidak kehilangan kesempatan berlaga di Grand Finals Surabaya.
ADYY juga menyadari permainan yang sempat ditunjukkan tim tidak akan cukup untuk bersaing di Grand Finals. Terlebih, format Champion Rush mengharuskan tim terlebih dahulu mengumpulkan 110 poin sebelum berkesempatan mengunci gelar juara.
RRQ akhirnya finis di peringkat kelima, meski hasil tersebut masih berada di bawah target awal tim.

Pada Week 4, RRQ sebenarnya berencana mengidentifikasi calon lawan yang berpotensi menyulitkan mereka di Grand Finals. Situasinya justru berbalik setelah RRQ sendiri harus bermain di bawah tekanan untuk mengamankan tiket.
Kini, pekerjaan mereka belum selesai. Setelah memastikan keberangkatan menuju Surabaya, Coach ADYY harus memastikan kepercayaan diri serta identitas permainan RRQ Kazu benar-benar pulih sebelum menghadapi persaingan Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall.
(Rutinitas Media)

