Penggunaan Galaxy AI pada perangkat lipat Samsung di kawasan Asia Tenggara dan Oseania menunjukkan peningkatan signifikan. Teknologi kecerdasan buatan tersebut tidak lagi sekadar menjadi fitur yang dicoba oleh pengguna, tetapi mulai menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Perkembangan ini dibahas Samsung dalam sesi diskusi bersama media Asia Tenggara dan Oseania setelah peluncuran Galaxy Z8 Series di ajang Galaxy Unpacked yang berlangsung di London.
Diskusi tersebut menghadirkan Won-Joon Choi selaku President dan COO Mobile eXperience Business sekaligus Head of R&D Office Samsung Electronics. Hadir pula CU Kim, President dan CEO Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, serta Carl Nordenberg, VP dan Regional Head of Mobile eXperience Business Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania.
Para eksekutif Samsung membahas perubahan ekspektasi konsumen terhadap teknologi AI serta arah pengembangan pengalaman mobile AI pada perangkat Galaxy di masa depan.

Penggunaan Galaxy AI Meningkat Pesat
CU Kim mengungkapkan bahwa penjualan Galaxy Z7 Series di Asia Tenggara dan Oseania mengalami kenaikan hampir 15 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan bahwa minat konsumen terhadap pengalaman menggunakan smartphone foldable terus berkembang.
Peningkatan penjualan itu juga diikuti oleh semakin tingginya penggunaan Galaxy AI. Tingkat penggunaan AI oleh pemilik Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7 meningkat dari 84 persen pada Agustus 2025 menjadi 96 persen pada Juni 2026.
Beberapa fitur yang paling banyak digunakan adalah Circle to Search, Now Brief, dan Photo Assist. Ketiganya dimanfaatkan untuk mendukung pencarian informasi, merangkum kebutuhan harian, hingga membantu proses penyuntingan foto.
Menurut CU Kim, fase berikutnya dari perkembangan AI bukan hanya menghadirkan lebih banyak fitur. Fokus utama Samsung adalah menciptakan pengalaman yang semakin relevan dan personal bagi setiap pengguna.
Galaxy AI saat ini telah mendukung 22 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Dukungan bahasa tersebut menjadi bagian dari upaya Samsung dalam menghadirkan layanan AI yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di berbagai negara.

Galaxy Z8 Series Membawa Agentic AI
Won-Joon Choi menjelaskan bahwa tidak ada satu sistem AI yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, Samsung mengembangkan Galaxy AI sebagai platform yang memungkinkan berbagai AI agent bekerja secara bersamaan.
Pendekatan tersebut memberikan kebebasan kepada pengguna untuk memilih sistem AI yang paling sesuai dengan kebutuhan dan situasi tertentu. Smartphone juga dinilai menjadi perangkat utama masyarakat Asia Tenggara dan Oseania dalam mengakses teknologi kecerdasan buatan.
Melanjutkan fondasi dari Galaxy S26 Series, Galaxy Z8 Series bersama One UI 9 menghadirkan pengalaman agentic AI yang lebih canggih. Integrasi pada tingkat sistem memungkinkan berbagai AI agent bekerja dengan lebih mulus di berbagai aplikasi, layanan, dan fitur perangkat.
Samsung juga terus mengembangkan portofolio perangkat lipat untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin beragam. Sejak memperkenalkan kategori foldable pada 2019, perusahaan terus mempelajari cara konsumen menggunakan perangkat tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui Galaxy Z8 Series, Samsung menawarkan lebih banyak cara untuk memanfaatkan AI dalam meningkatkan produktivitas, mendukung kreativitas, dan membantu pengguna mengekspresikan diri. Kehadiran generasi kedelapan Galaxy foldable sekaligus memperkuat strategi Samsung dalam menjadikan perangkat lipat semakin relevan dan mudah digunakan oleh lebih banyak konsumen.
(Rutinitas Media)




