Galaxy Z Fold8 Permudah Bikin Konten dalam Satu Perangkat

Galaxy Z Fold8 mengandalkan kamera 50MP, ProVisual Engine, Galaxy AI, dan layar 7,6 inci untuk membuat workflow produksi konten lebih praktis

Membuat konten kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari memotret makanan saat mengunjungi kafe, membuat konten OOTD, hingga merekam vlog singkat ketika bepergian, semuanya bisa dilakukan melalui smartphone.

Kebutuhan tersebut membuat kualitas kamera bukan lagi satu-satunya pertimbangan. Pengguna juga membutuhkan proses pembuatan konten yang praktis agar pengambilan gambar, pengecekan hasil, pemilihan foto atau video terbaik, hingga tahap sebelum publikasi bisa dilakukan dalam satu perangkat.

Samsung menghadirkan Galaxy Z Fold8 dengan kamera utama 50MP yang didukung ProVisual Engine. Kemampuan tersebut dikombinasikan dengan Galaxy AI serta Main Screen berukuran 7,6 inci sehingga pengguna mendapatkan area yang lebih luas untuk melihat dan mengolah hasil konten.

Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan Galaxy Z Fold8 dirancang untuk memberikan workflow pembuatan konten yang lebih praktis. Seluruh proses mulai dari mengambil gambar, melakukan preview, memilih hasil terbaik, hingga mempersiapkan konten sebelum dibagikan dapat dilakukan langsung melalui satu perangkat.

Galaxy Z Fold8 hadir dengan bobot hanya 201 gram, desain seukuran paspor, serta dua layar yang mendukung mobilitas dan produktivitas pengguna

Galaxy Z Fold8 Bikin Workflow Konten Lebih Praktis

Keunggulan layar utama berukuran 7,6 inci dapat dimanfaatkan sejak proses pengambilan gambar selesai. Ketika membuat konten kuliner misalnya, pengguna bisa mengambil sejumlah foto makanan dari sudut berbeda lalu membuka Galaxy Z Fold8 untuk mengecek hasilnya.

Area layar yang luas memberikan ruang lebih lega untuk memperhatikan framing, komposisi, warna, hingga detail sebelum menentukan foto terbaik.

Hal serupa berlaku ketika membuat OOTD maupun vlog singkat. Setelah merekam beberapa video, pengguna dapat langsung melakukan preview melalui Main Screen untuk memastikan sudut pengambilan gambar, pencahayaan, dan komposisinya sesuai dengan kebutuhan.

Pengguna pun tidak harus berpindah ke tablet atau perangkat lain hanya untuk mendapatkan tampilan preview yang lebih luas.

ProVisual Engine dan Galaxy AI Bantu Optimalkan Konten

Kondisi pencahayaan sering menjadi tantangan ketika membuat konten. Pengguna bisa saja mengambil gambar di dalam ruangan, kafe dengan pencahayaan terbatas, luar ruangan pada siang hari, atau ketika suasana mulai gelap.

Di sinilah ProVisual Engine pada Galaxy Z Fold8 bekerja untuk membantu mengoptimalkan warna, detail, dan pencahayaan secara real-time. Hasil foto maupun video pun dapat terlihat lebih konsisten dalam berbagai kondisi.

Galaxy Z Fold8 hadir dengan bobot hanya 201 gram, desain seukuran paspor, serta dua layar yang mendukung mobilitas dan produktivitas pengguna

Dengan kualitas visual yang sudah dioptimalkan sejak awal, pengguna dapat lebih fokus mencari momen serta komposisi terbaik tanpa harus melakukan terlalu banyak penyesuaian pada tahap akhir.

Samsung juga mengintegrasikan Galaxy AI untuk membantu menyederhanakan proses setelah konten selesai direkam. Berbagai fitur berbasis AI dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan hasil sebelum foto atau video dibagikan ke media sosial.

Main Screen 7,6 inci membuat pengguna lebih mudah melihat detail konten saat melakukan proses tersebut. Pengambilan gambar, preview, seleksi hasil, hingga persiapan sebelum publikasi dapat dilakukan dalam satu perangkat.

Kombinasi kamera 50MP, ProVisual Engine, Galaxy AI, serta layar utama 7,6 inci menjadikan Galaxy Z Fold8 sebagai perangkat yang menawarkan workflow pembuatan konten lebih praktis. Baik untuk konten kuliner, OOTD, maupun vlog singkat, pengguna bisa lebih fokus pada proses kreatif sementara perangkat membantu menyederhanakan tahapan produksi dari awal hingga konten siap dibagikan.

(Rutinitas Media)