Lewati ke konten
September 5, 2026
News Media Rutinitas Anak Muda Indonesia
Game & Esports

Hours Watched RRQ di EWC 2026 Tumbuh 44 Persen

September 5, 2026 rutinitas 0

RRQ mencatat pertumbuhan Hours Watched sebesar 44 persen secara year-over-year sepanjang Esports World Cup atau EWC 2026 dibandingkan EWC 2025. Data tersebut berasal dari analisis Esports Charts dan menjadi salah satu temuan menarik, mengingat RRQ Hoshi justru tidak tampil pada turnamen tahun ini.

Divisi Mobile Legends: Bang Bang milik RRQ tersebut gagal lolos ke EWC 2026. Meski begitu, organisasi asal Indonesia ini tetap hadir melalui lima game berbeda, yaitu PUBG Mobile, Free Fire, Apex Legends, VALORANT, dan TrackMania.

Pada main event EWC 2026, partisipasi RRQ menghasilkan total 18.449.197 Hours Watched. Sementara Peak Viewers tercatat mencapai 804.934 dan Average Viewers sebesar 319.467.

Namun, angka tersebut tidak bisa langsung digunakan untuk menggambarkan popularitas RRQ secara keseluruhan karena karakter setiap game dan format turnamen memberikan pengaruh besar terhadap statistik viewership.

Hours Watched RRQ di EWC 2026 naik 44 persen meski tanpa RRQ Hoshi. PUBG Mobile, Free Fire, dan Apex Legends menjadi kontributor terbesar.

Hours Watched RRQ Naik Meski Tanpa Mobile Legends

Co-founder dan CEO Esports Charts, Artyom Odintsov, menjelaskan bahwa peningkatan Hours Watched menjadi salah satu pencapaian paling menonjol RRQ di EWC 2026.

Menurutnya, total Hours Watched RRQ meningkat 44 persen dibandingkan EWC 2025. Peningkatan tersebut terjadi meski Peak Viewers RRQ justru lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa total volume tontonan yang teratribusi kepada partisipasi RRQ meningkat secara signifikan. Di sisi lain, data tersebut juga memperlihatkan bahwa eksposur organisasi tidak sepenuhnya bergantung pada divisi Mobile Legends.

Hal ini menarik karena RRQ selama bertahun-tahun sangat identik dengan RRQ Hoshi dan basis penggemar MLBB yang besar di Indonesia. EWC 2026 memberikan gambaran mengenai kemampuan RRQ mempertahankan exposure ketika salah satu divisi dengan audiens terbesarnya tidak berpartisipasi.

PUBG Mobile Jadi Kontributor Terbesar

Dari lima game yang diikuti, PUBG Mobile menyumbang 46,7 persen dari total Hours Watched RRQ di EWC 2026.

Free Fire berada di posisi kedua dengan kontribusi 28 persen, diikuti Apex Legends sebesar 24,2 persen. Sementara VALORANT menyumbang 0,8 persen dan TrackMania 0,3 persen.

Besarnya kontribusi PUBG Mobile dipengaruhi oleh skala PUBG Mobile World Cup 2026 itu sendiri. Turnamen tersebut menjadi kompetisi dengan Hours Watched terbesar kedua sepanjang EWC 2026.

Dengan basis penonton turnamen yang besar, organisasi yang berpartisipasi di dalamnya secara otomatis memiliki peluang memperoleh Hours Watched yang tinggi.

Hours Watched Battle Royale Bukan Ukuran Popularitas

Statistik tersebut perlu dibaca dengan konteks format kompetisi. PUBG Mobile, Free Fire, dan Apex Legends menggunakan sistem battle royale dengan banyak tim bermain dalam satu lobby.

Berbeda dengan game head-to-head, penonton dalam pertandingan battle royale tidak dapat dipisahkan secara presisi berdasarkan tim yang mereka dukung.

Esports Charts menjelaskan bahwa Hours Watched dari sebuah round akan teratribusi kepada seluruh tim yang berada di lobby. Karena itu, sulit menentukan berapa banyak jam tontonan yang benar-benar berasal dari penggemar satu organisasi tertentu.

Hal ini menjadi penting karena 98,9 persen Hours Watched RRQ di EWC 2026 berasal dari tiga game battle royale.

Artinya, Hours Watched yang tercatat atas nama RRQ tidak sepenuhnya mewakili waktu yang secara spesifik dihabiskan penonton untuk menyaksikan RRQ. Sebagian berasal dari keseluruhan audience pertandingan tempat RRQ ikut bermain.

Karena itu, Hours Watched tidak seharusnya langsung dijadikan sebagai peringkat popularitas organisasi esports.

RRQ Duduki Peringkat Keempat Asia Tenggara

Berdasarkan metodologi Esports Charts, RRQ menempati posisi ke-21 secara global berdasarkan Hours Watched EWC 2026, baik ketika babak kualifikasi dimasukkan maupun ketika penghitungan hanya berdasarkan main event.

Untuk organisasi Asia Tenggara, RRQ menempati posisi keempat di belakang eArena, Yangon Galacticos, dan Bigetron Esports.

Meski demikian, peringkat tersebut tetap perlu dilihat sebagai gambaran exposure selama turnamen, bukan ranking mutlak popularitas brand esports.

Perbedaan jumlah game yang dimainkan, format kompetisi, durasi turnamen, jumlah pertandingan, hingga tingginya kontribusi game battle royale dapat memengaruhi total Hours Watched secara signifikan.

Bahasa Hindi Dominasi Viewership RRQ

Temuan lain yang cukup unik datang dari distribusi bahasa penonton. Hindi menjadi bahasa dengan kontribusi Hours Watched terbesar untuk RRQ di EWC 2026 dengan porsi 19,8 persen.

Dominasi tersebut sangat berkaitan dengan PUBG Mobile dan Free Fire yang secara gabungan menyumbang 74,7 persen dari total Hours Watched RRQ pada main event.

Hindi juga menjadi salah satu bahasa dengan viewership terbesar di kedua turnamen tersebut. Selain itu, ekosistem co-streaming memberikan kontribusi besar, terutama melalui Snax Gaming.

Pada PUBG Mobile World Cup 2026, Snax Gaming menghasilkan 77,7 persen dari total Hindi Hours Watched dan menjadi channel dengan viewership terbesar di turnamen tersebut.

Sementara pada Free Fire EWC 2026, channel tersebut menyumbang 26,6 persen Hindi Hours Watched dan menjadi channel Hindi terbesar.

Karena itu, dominasi bahasa Hindi tidak dapat langsung diartikan sebagai perubahan besar dalam komposisi fan RRQ. Angka tersebut lebih mencerminkan kombinasi game yang dimainkan, skala audience turnamen, dan ekosistem broadcast.

Hours Watched RRQ di EWC 2026 naik 44 persen meski tanpa RRQ Hoshi. PUBG Mobile, Free Fire, dan Apex Legends menjadi kontributor terbesar.

EWC 2026 Perlihatkan Kekuatan Multi-Game RRQ

Pertumbuhan Hours Watched sebesar 44 persen tidak serta-merta menjadikan RRQ sebagai organisasi paling populer berdasarkan statistik tersebut.

Namun, data EWC 2026 menunjukkan bahwa RRQ masih mampu membangun exposure internasional yang besar tanpa kehadiran RRQ Hoshi.

PUBG Mobile, Free Fire, dan Apex Legends menjadi penggerak utama, sedangkan VALORANT dan TrackMania memperluas kehadiran organisasi di ekosistem kompetitif lain.

Mobile Legends tetap menjadi salah satu pilar penting RRQ. Meski begitu, EWC 2026 memperlihatkan bahwa ketika RRQ Hoshi absen, nama RRQ masih mampu menjangkau penonton global melalui kekuatan divisi-divisi lainnya.

(Rutinitas Media)