Lewati ke konten
September 26, 2026
News Media Rutinitas Anak Muda Indonesia
Game & Esports

Dari Penalti hingga Juara, Perjalanan Bigetron di FFWS SEA

September 26, 2026 rutinitas 0

Perjalanan Bigetron by Vitality menuju gelar juara FFWS SEA 2026 Fall berlangsung penuh tekanan. Wakil Indonesia tersebut tidak hanya harus menghadapi persaingan ketat di dalam pertandingan, tetapi juga sejumlah masalah yang muncul sebelum Grand Finals dimulai.

Bigetron memasuki laga penentuan tanpa membawa Headstart Point. Kondisi ini terjadi setelah tim menerima penalti berupa pengurangan 10 poin pada Point Rush Stage serta pemotongan lima persen hadiah akibat pelanggaran terkait pemanfaatan bug.

Perjalanan Bigetron juara FFWS SEA 2026 Fall penuh drama, mulai dari penalti, kehilangan Headstart Point, hingga Booyah penentu di Game 12.

Penalti Jadi Ujian Mental Bigetron

Pelatih Bigetron, Christian Jonathan Pascoal atau Chrisjo, mengakui bahwa keputusan tersebut cukup memengaruhi kondisi emosional tim. Sebelum penalti diberikan, Bigetron sebenarnya telah mengumpulkan poin yang cukup untuk mendapatkan Headstart Point.

Pengurangan poin akhirnya membuat posisi mereka turun sehingga harus memulai Grand Finals tanpa tambahan keuntungan tersebut.

Bigetron juga disebut tidak sepenuhnya sepakat dengan keputusan yang diberikan. Chrisjo menjelaskan bahwa tim sebelumnya pernah melaporkan situasi lain yang dianggap memiliki indikasi penggunaan bug, tetapi laporan tersebut tidak diterima.

Situasi itu sempat menimbulkan ketidakpuasan di internal tim. Meski demikian, Chrisjo memahami bahwa rasa kecewa tersebut tidak boleh terus dibawa ketika pertandingan dimulai.

Energi dari ketidakpuasan itu kemudian diarahkan menjadi motivasi untuk menunjukkan kemampuan Bigetron langsung di arena pertandingan.

Grand Finals Penuh Tekanan

Masalah Bigetron ternyata belum selesai. Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall berjalan panjang dengan berbagai situasi yang menguras konsentrasi pemain.

Bigetron sempat mendapatkan Booyah pada Game 3. Namun setelah pertandingan tersebut, kendala teknis dari penyelenggaraan membuat jeda berlangsung cukup lama.

Menurut Chrisjo, jeda itu cukup memengaruhi fokus pemain. Beberapa rencana dan aturan permainan yang biasanya diterapkan bahkan sempat terlupakan ketika pertandingan kembali dilanjutkan. Tim harus berusaha membangun ulang momentum yang sebelumnya sudah mereka miliki.

Tekanan semakin besar memasuki Game 10 dan Game 11. GOW beberapa kali berada sangat dekat dengan kemenangan. Chrisjo mengungkap bahwa pada momen tersebut, tim sempat merasa perjalanan mereka di turnamen hampir berakhir.

Perjalanan Bigetron juara FFWS SEA 2026 Fall penuh drama, mulai dari penalti, kehilangan Headstart Point, hingga Booyah penentu di Game 12.

Bigetron Bangkit di Game 12

Kesempatan terakhir akhirnya datang pada Game 12. Bigetron berhasil memaksimalkan peluang tersebut dengan meraih Booyah sekaligus memastikan gelar juara Asia Tenggara.

Keberhasilan Bigetron juara FFWS SEA 2026 Fall pun terasa semakin dramatis karena mereka harus melewati berbagai tantangan sepanjang turnamen.

Mulai dari penalti, kehilangan Headstart Point, kendala teknis pertandingan, perubahan susunan pemain, hingga tekanan Champion Rush, semuanya menjadi bagian dari perjalanan Bigetron sebelum akhirnya mengangkat trofi juara.

(Rutinitas Media)