Lewati ke konten
September 26, 2026
News Media Rutinitas Anak Muda Indonesia
Featured

Dari Turnamen KFC hingga Bigetron Juara FFWS SEA

September 26, 2026 rutinitas 0

Gelar juara FFWS SEA 2026 Fall menjadi puncak dari perjalanan panjang Bigetron by Vitality di kompetisi Free Fire Asia Tenggara. Jika hanya melihat hasil akhirnya, kemenangan tersebut mungkin tampak seperti keberhasilan sebuah tim besar yang mampu menaklukkan turnamen bergengsi.

Namun perjalanan yang diceritakan pelatih Bigetron, Christian Jonathan Pascoal atau Chrisjo, menunjukkan proses yang jauh lebih panjang. Dua tahun sebelumnya, Bigetron justru berada dalam situasi yang sangat berbeda setelah gagal di FFWS ID 2024 Spring.

Kegagalan tersebut membuat mereka harus kembali memulai perjalanan dari level grassroots.

Bigetron Kembali Memulai dari Turnamen Komunitas

Setelah tidak mendapatkan hasil yang diharapkan, Bigetron mengikuti community tournament di Tangerang. Chrisjo masih mengingat bagaimana tim berangkat menggunakan kereta sebelum bertanding di sebuah KFC dengan disaksikan langsung oleh publik.

Perjalanan Bigetron dari turnamen komunitas di KFC, juara FFNS, hingga akhirnya meraih gelar juara FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya.

Situasi itu tentu sangat berbeda dibandingkan panggung FFWS yang memiliki skala jauh lebih besar. Namun pengalaman tersebut justru menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Bigetron membangun kembali tim.

Mereka tidak langsung kembali ke kompetisi tertinggi. Bigetron terlebih dahulu harus mendapatkan kesempatan untuk tampil di FFNS.

Perjalanan tersebut kemudian membawa tim menuju Bandung. Di sana, Bigetron berhasil menjadi juara FFNS sekaligus membuka jalan untuk kembali berkompetisi di tingkat Asia Tenggara.

Kesempatan itu datang melalui FFWS SEA 2024 Fall. Sayangnya, hasil yang diraih masih jauh dari target. Ketika turnamen digelar di Surabaya, Bigetron hanya mampu menyelesaikan kompetisi di sekitar posisi ke-10.

Kegagalan Tidak Menghentikan Perjalanan

Hasil tersebut ternyata bukan akhir dari perjalanan Bigetron. Tim terus melakukan pembenahan hingga akhirnya kembali mendapatkan kesempatan bertanding di kompetisi Asia Tenggara yang digelar di Surabaya pada 2026. Kali ini, Bigetron membawa ambisi berbeda setelah pernah mengalami kegagalan di kota yang sama.

Namun jalan menuju gelar juara kembali dipenuhi tantangan. Bigetron harus memasuki Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall tanpa Headstart Point setelah menerima penalti. Mereka juga menghadapi pertandingan yang berlangsung panjang, perubahan susunan pemain, serta tekanan dari format Champion Rush yang memungkinkan banyak tim menjadi juara.

Seluruh proses tersebut akhirnya bermuara pada Game 12.

Perjalanan Bigetron juara FFWS SEA 2026 Fall penuh drama, mulai dari penalti, kehilangan Headstart Point, hingga Booyah penentu di Game 12.

Perjalanan Bigetron dari turnamen komunitas di KFC, juara FFNS, hingga akhirnya meraih gelar juara FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya.

Booyah yang Menutup Perjalanan Panjang

Pada pertandingan terakhir, Bigetron berhasil mendapatkan Booyah yang sekaligus memastikan gelar juara Asia Tenggara.

Bagi Chrisjo, keberhasilan tersebut tidak hanya berbicara mengenai satu kemenangan di Game 12. Di balik pencapaian itu terdapat proses panjang yang melibatkan para pemain, staf, dan seluruh orang yang bekerja bersama tim.

Beberapa pemain harus keluar dari zona nyaman, mempelajari role berbeda, dan mendorong kemampuan mereka melewati batas sebelumnya. Di belakang layar, staf juga terus bekerja menghadapi berbagai situasi sulit sepanjang perjalanan.

Dari mengikuti turnamen komunitas di KFC, menjuarai FFNS di Bandung, gagal di Surabaya, hingga akhirnya kembali dan menjadi juara FFWS SEA 2026 Fall, perjalanan Bigetron menunjukkan bahwa kegagalan tidak selalu menutup sebuah siklus.

Bagi Bigetron, kegagalan justru menjadi titik awal untuk membangun ulang tim dari bawah hingga akhirnya mencapai puncak Asia Tenggara.

(Rutinitas Media)