Lewati ke konten
September 27, 2026
News Media Rutinitas Anak Muda Indonesia
Game & Esports

Cara Chrisjo Mengelola Konflik dengan Kojaa

September 27, 2026 rutinitas 0

Perbedaan pendapat dalam sebuah tim tidak selalu berarti hubungan kerja sedang bermasalah. Dalam banyak situasi, konflik justru muncul karena dua pihak sama-sama memiliki pandangan kuat mengenai cara terbaik untuk mencapai tujuan.

Situasi seperti itu pernah dialami Christian “Chrisjo” Jonathan Pascoal saat momen-momen bersama Kojaa di dalam tim Bigetron by Vitality. Keduanya dikenal memiliki karakter yang kuat dan tidak jarang berbeda pandangan, terutama ketika membahas strategi permainan.

Chrisjo mengakui bahwa dirinya dan Kojaa cukup sering memiliki pendekatan yang berbeda. Dalam beberapa kesempatan, Kojaa menginginkan strategi tertentu, sementara Chrisjo mempunyai rencana lain.

Alih-alih langsung memaksakan satu pilihan, mereka pernah mencoba pendekatan kompromi. Tim lebih dahulu menjalankan strategi yang diusulkan Kojaa. Jika tidak memberikan hasil sesuai harapan, barulah pendekatan Chrisjo digunakan.

Chrisjo membahas faktor luck dalam battle royale, mulai dari zona, jalur pesawat, hingga pentingnya menciptakan peluang di Champion Rush.

Belajar dari Perbedaan Strategi

Cara tersebut memang memberikan ruang kepada kedua pihak untuk menguji gagasan masing-masing. Namun, hasilnya tidak selalu berjalan sempurna. Dalam salah satu pertandingan di Vietnam, perubahan strategi baru dilakukan ketika situasi sudah cukup terlambat. Setelah pendekatan diganti, performa tim memang menunjukkan perkembangan, tetapi waktu yang tersisa tidak lagi cukup untuk mendapatkan hasil maksimal.

Pengalaman tersebut memberikan pelajaran penting bagi Chrisjo. Menurutnya, kesepakatan mengenai strategi seharusnya dibangun sebelum pertandingan dimulai. Ada momen ketika Kojaa perlu menerima pendekatan pelatih. Sebaliknya, ada juga situasi ketika Chrisjo memilih mengikuti pandangan sang kapten jika dinilai lebih sesuai dengan kondisi tim.

Menghentikan Diskusi Saat Emosi Meningkat

Perbedaan pendapat terkadang membuat diskusi menjadi semakin panas. Dalam kondisi seperti ini, Chrisjo tidak memilih untuk terus memaksakan pembicaraan. Ketika emosi mulai meningkat, diskusi biasanya dihentikan sementara. Pembicaraan baru dilanjutkan setelah situasi lebih tenang.

Cara tersebut bukan berarti menghindari persoalan. Justru sebaliknya, jeda diperlukan agar setiap pihak dapat kembali membahas masalah dengan pikiran yang lebih jernih dan fokus pada solusi.

Setelah keputusan akhir diperoleh, seluruh anggota tim harus menjalankan arah yang sama. Bagi Chrisjo, perbedaan pendapat boleh terjadi selama proses diskusi, tetapi keputusan yang sudah diambil harus dihormati bersama.

Chrisjo membagikan cara mengelola konflik dengan Kojaa di Bigetron, mulai dari perbedaan strategi, pengendalian emosi dan lain-lain.

Struktur Tim Tetap Harus Jelas

Selain komunikasi, Chrisjo juga menekankan pentingnya struktur dalam sebuah tim. Bigetron memiliki manajer, pelatih, kapten, dan pemain dengan kewenangan serta tanggung jawab berbeda. Setiap orang tetap diperbolehkan menyampaikan pendapat. Namun, Chrisjo menilai bahwa seseorang yang ingin didengar juga harus memiliki kemauan untuk mendengarkan pandangan orang lain.

Diskusi juga tidak dapat berlangsung tanpa batas. Pada titik tertentu, pihak yang memiliki tanggung jawab mengambil keputusan harus menentukan arah yang akan dijalankan. Prinsip tersebut tidak hanya relevan di esports, tetapi juga dalam lingkungan kerja secara umum. Tim yang sehat bukanlah tim yang tidak pernah mengalami perdebatan, melainkan tim yang mampu membedakan konflik gagasan dengan konflik personal.

Pengalaman Chrisjo dan Kojaa menunjukkan bahwa perbedaan karakter maupun strategi tetap dapat menghasilkan sesuatu yang positif selama setiap pihak mendapatkan ruang untuk berbicara, memahami kewenangan masing-masing, dan mampu menerima keputusan setelah diskusi selesai.

(Rutinitas Media)