Lewati ke konten
October 6, 2026
News Media Rutinitas Anak Muda Indonesia
Teknologi

Samsung for Education Siapkan Talenta Masa Depan

October 6, 2026 rutinitas 0

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau AI semakin mengubah cara sekolah menjalankan proses belajar dan mengajar. Tidak lagi sebatas menghadirkan perangkat di dalam kelas, transformasi pendidikan kini turut menekankan pemanfaatan teknologi, sumber belajar digital, serta peningkatan kemampuan pendidik secara bersamaan.

Melalui Samsung for Education, Samsung berupaya membantu sekolah di Asia Tenggara dan Oseania menghadapi perubahan tersebut. Program ini menggabungkan perangkat Galaxy, sistem pengelolaan perangkat yang aman, sumber pembelajaran digital, peningkatan kompetensi guru, hingga kolaborasi dengan berbagai mitra pendidikan.

Pendekatan tersebut dirancang untuk membantu sekolah membangun ekosistem pembelajaran digital secara bertahap, sekaligus mempersiapkan siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan menghadapi dunia yang semakin terkoneksi dan berbasis teknologi.

Samsung for Education dukung transformasi digital sekolah di Asia Tenggara via AI, perangkat Galaxy, pelatihan guru & solusi belajar digital.

Samsung for Education Dorong Pembelajaran Berbasis AI

Salah satu implementasinya berlangsung di Malaysia melalui dukungan Samsung Electronics Malaysia terhadap program AI-Powered Classroom dari Kementerian Pendidikan Malaysia. Program tersebut bertujuan mengembangkan ruang kelas konvensional menjadi lingkungan belajar yang lebih terintegrasi dengan AI.

Ruang kelas dilengkapi Samsung Galaxy Tab A9+ untuk siswa, fasilitas pelatihan AI dan smartboard bagi guru, serta sistem pendingin ruangan untuk menunjang kenyamanan proses belajar.

Implementasi awal dilakukan di sejumlah sekolah, termasuk SMK Nilai Impian di Negeri Sembilan dan SMKA Naim Lil Banat di Kelantan. Siswa dan guru mendapatkan akses ke Ace-it, platform pembelajaran digital berbasis AI yang menyediakan materi sesuai kurikulum, fitur interaktif, hingga asisten AI.

Kehadiran teknologi tersebut memungkinkan siswa mengakses materi pelajaran dengan lebih mudah, mengikuti pembelajaran secara interaktif, serta mengeksplorasi berbagai topik secara mandiri.

Nurhani Sumayyah Binti Azmal, siswa SMK Nilai Impian, menilai penggunaan Galaxy Tab membuat proses mengikuti pelajaran menjadi lebih praktis. Teknologi AI juga membantunya memahami konsep sulit melalui penjelasan yang dapat disesuaikan dengan gaya belajar.

Sementara bagi guru, teknologi digital memberikan lebih banyak pilihan untuk menjelaskan konsep yang kompleks. Farah Faizura Binti Ahmad Rostam, guru SMK Nilai Impian, menjelaskan bahwa materi sains yang sebelumnya hanya berbasis teks kini dapat disajikan dengan cara yang lebih visual, interaktif, dan mudah dipahami.

Pada Juli 2026, Samsung Electronics Malaysia juga menandatangani Memorandum of Understanding dengan Yayasan Didik Negara. Kolaborasi tersebut mencakup rencana Samsung AI Classroom, kegiatan STEM dan AI, hingga program inovasi siswa untuk memberikan pengalaman langsung dalam mengeksplorasi teknologi.

Samsung for Education dukung transformasi digital sekolah di Asia Tenggara via AI, perangkat Galaxy, pelatihan guru & solusi belajar digital.

Samsung for Education dukung transformasi digital sekolah di Asia Tenggara via AI, perangkat Galaxy, pelatihan guru & solusi belajar digital.

Meningkatkan Kompetensi Digital Guru

Samsung melihat bahwa setiap sekolah memiliki tingkat kesiapan digital yang berbeda. Karena itu, Samsung for Education tidak hanya berfokus pada perangkat, tetapi juga mendukung peningkatan kompetensi pendidik.

Melalui Samsung School, sekolah yang masih berada pada tahap awal digitalisasi dapat memperoleh sumber daya dan panduan yang lebih terstruktur. Sementara sekolah yang telah berhasil memanfaatkan teknologi secara konsisten dan memberikan dampak nyata dapat memperoleh pengakuan sebagai Samsung Digital Lighthouse School.

Samsung Learning Hub turut menyediakan pelatihan online, sumber daya pengajaran, serta program sertifikasi yang membantu guru meningkatkan kemampuan digital dan memanfaatkan teknologi secara lebih efektif.

Carl Nordenberg, Vice President and Regional Head of Mobile eXperience Business Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, mengatakan bahwa Samsung ingin membantu sekolah tetap siap menghadapi kebutuhan masa depan dengan membuka lebih banyak peluang belajar bagi siswa sekaligus mendukung guru.

Di Indonesia, dukungan tersebut terlihat melalui keterlibatan Samsung for Education dalam ImajiNation 2026, kompetisi Visual Coding tingkat nasional yang diinisiasi Kemendikdasmen bersama Assemblr EDU.

Program ini menargetkan lebih dari 11.000 peserta yang berasal dari 2.000 sekolah. Samsung mendukung kegiatan tersebut melalui keahlian teknologi dan sesi enablement mingguan menjelang Grand Final pada Oktober 2026.

Samsung for Education juga diperkenalkan di Filipina dengan menghadirkan perangkat Galaxy, Samsung Knox, Samsung Learning Hub, serta berbagai sumber pendidikan untuk membantu sekolah mengintegrasikan teknologi digital.

Samsung for Education dukung transformasi digital sekolah di Asia Tenggara via AI, perangkat Galaxy, pelatihan guru & solusi belajar digital.

Membangun Ekosistem Sekolah yang Terintegrasi

Ekosistem Samsung tidak hanya berpusat pada tablet. Samsung WAF Interactive Display bersertifikasi EDLA memberikan akses ke layanan seperti Google Classroom dan Google Drive sehingga guru dan siswa dapat berkolaborasi lebih mudah.

Samsung AI Assistant pada layar interaktif juga dapat membantu menghasilkan rangkuman dan kuis, sedangkan fitur Live Transcript mampu mengubah instruksi lisan menjadi teks secara real-time di layar. Fitur tersebut membuat materi pelajaran lebih mudah diikuti oleh siswa.

Untuk keamanan, Samsung Knox membantu sekolah mengelola berbagai perangkat yang terhubung dalam lingkungan digital. Sekolah juga dapat memanfaatkan SMART Signage dan LED Signage untuk menyampaikan informasi, sementara solusi pendingin ruangan Samsung mendukung kenyamanan di dalam kelas.

Melalui kombinasi perangkat, AI, keamanan, sumber belajar, dan peningkatan kompetensi guru, Samsung for Education berupaya membangun transformasi digital pendidikan yang lebih menyeluruh.

Bagi sekolah, teknologi tidak lagi hanya menjadi perangkat tambahan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang lebih kolaboratif dan relevan. Sementara bagi siswa, ekosistem digital tersebut diharapkan dapat membantu mereka membangun literasi teknologi, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi masa depan.

(Rutinitas Media)