Lewati ke konten
October 27, 2026
News Media Rutinitas Anak Muda Indonesia
Teknologi

Synology Soroti Infrastruktur AI dan Keamanan Siber RI

October 15, 2026 rutinitas 0

Synology menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur AI dan keamanan siber bagi perusahaan Indonesia seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan dalam berbagai aktivitas bisnis. Melalui Synology Press Event 2026 yang diselenggarakan pada 13 Oktober 2026 di Four Seasons Jakarta, perusahaan teknologi asal Taiwan tersebut memperkenalkan sejumlah pengembangan solusi penyimpanan data, perlindungan siber, produktivitas berbasis AI, hingga sistem pengawasan cerdas.

Pertumbuhan adopsi AI membawa tantangan baru bagi perusahaan, khususnya dalam mengelola peningkatan volume data, memastikan keberlangsungan operasional, serta menjaga keamanan informasi bisnis.

Kondisi tersebut membuat transformasi digital tidak lagi hanya berfokus pada penerapan teknologi terbaru. Perusahaan juga perlu memastikan infrastruktur yang digunakan mampu berkembang mengikuti kebutuhan operasional tanpa mengorbankan keamanan maupun efisiensi.

Clara Hsu, Indonesia Country Manager Synology, menjelaskan bahwa penggunaan AI semakin meluas dalam aktivitas bisnis, termasuk pengelolaan informasi dan kolaborasi antartim.

Namun, pemanfaatannya harus didukung sistem penyimpanan yang memadai, perlindungan data yang kuat, serta teknologi yang benar-benar memberikan peningkatan produktivitas.

Synology menyoroti kesiapan infrastruktur AI, penyimpanan data, keamanan siber, dan solusi produktivitas untuk mendukung bisnis Indonesia.

Synology Dorong Modernisasi Infrastruktur Data Berbasis AI

Peningkatan penggunaan kecerdasan buatan berdampak langsung terhadap pertumbuhan volume data perusahaan. Semakin banyak sistem berbasis AI yang digunakan, semakin besar pula kebutuhan terhadap kapasitas penyimpanan dan pengelolaan informasi.

Berdasarkan survei Synology, hampir 88% responden di Indonesia mengkhawatirkan terjadinya inefisiensi penyimpanan akibat meningkatnya volume data AI dan duplikasi informasi.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan tidak cukup hanya memperbesar kapasitas penyimpanan. Infrastruktur juga harus mampu menjaga performa, mengoptimalkan penggunaan ruang, serta memberikan fleksibilitas ketika kebutuhan bisnis berkembang.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Synology memperluas portofolio solusi penyimpanannya bagi berbagai segmen, mulai dari usaha kecil dan menengah hingga perusahaan berskala besar.

Bagi sektor enterprise, Synology memperkenalkan PAS7700 yang menggunakan teknologi penyimpanan NVMe. Solusi ini dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional kritikal yang membutuhkan performa serta ketersediaan sistem tinggi.

Synology juga mengembangkan solusi penyimpanan generasi terbaru melalui seri FS dan RS. Kedua lini tersebut ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan penyimpanan berperforma tinggi maupun aktivitas operasional perusahaan secara umum.

Selain peningkatan perangkat keras, Synology menghadirkan pengembangan teknologi melalui sistem operasi DSM 7.4.

Fitur Synology Tiering memungkinkan penempatan data dioptimalkan berdasarkan frekuensi dan pola akses. Sementara itu, teknologi reduksi data membantu mengurangi duplikasi yang tidak diperlukan sehingga kapasitas penyimpanan dapat dimanfaatkan lebih efisien.

Joshua Nathanael, Sales Manager Synology, menegaskan bahwa modernisasi infrastruktur harus mempertimbangkan performa, efisiensi, dan kemudahan pengelolaan secara bersamaan.

Synology juga tengah mengembangkan teknologi scale-out storage yang memungkinkan perusahaan meningkatkan kapasitas dan performa penyimpanan secara lebih fleksibel seiring pertumbuhan kebutuhan operasional.

Synology menyoroti kesiapan infrastruktur AI, penyimpanan data, keamanan siber, dan solusi produktivitas untuk mendukung bisnis Indonesia.

Keamanan Siber dan Backup Menjadi Prioritas Perusahaan

Selain pengelolaan data, keamanan siber menjadi perhatian utama dalam menghadapi perkembangan teknologi AI.

Meningkatnya ancaman ransomware membuat perusahaan perlu memastikan sistem perlindungan informasi mampu menghadapi berbagai kemungkinan serangan, termasuk ketika infrastruktur utama mengalami gangguan.

Tantangan ini semakin kompleks karena banyak perusahaan menggunakan berbagai solusi keamanan secara terpisah untuk melindungi perangkat, jaringan, layanan cloud, hingga sistem pencadangan data.

Meskipun memiliki beragam perlindungan, perusahaan tetap menghadapi risiko apabila sistem backup berada dalam lingkungan yang sama dengan infrastruktur produksi.

Survei Synology menunjukkan bahwa hanya sekitar dua dari sepuluh perusahaan Indonesia yang sangat yakin mampu memulihkan operasional dengan cepat setelah serangan ransomware, sekaligus memastikan data cadangan tetap terlindungi.

Temuan tersebut menggarisbawahi pentingnya strategi pemulihan yang tidak hanya berfokus pada pembuatan salinan data, tetapi juga memastikan salinan tersebut aman dan dapat digunakan ketika terjadi insiden.

Beberapa pendekatan yang dapat diterapkan mencakup strategi pencadangan 3-2-1-1-0, penggunaan immutable backup, serta teknologi air-gap untuk memisahkan data cadangan dari potensi ancaman.

Strategi tersebut juga perlu didukung penyimpanan beberapa salinan data di lokasi berbeda dan pengujian pemulihan secara berkala.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, Synology mengembangkan ActiveProtect, solusi pencadangan khusus yang memungkinkan perusahaan mengelola perlindungan dan pemulihan data secara terpusat.

ActiveProtect menawarkan kemampuan isolasi dan perlindungan immutable yang dirancang untuk menjaga data cadangan dari perubahan maupun penghapusan tidak sah.

Melalui ActiveProtect Manager 2.0, Synology turut memperluas kompatibilitas terhadap lingkungan virtualisasi perusahaan, termasuk Nutanix AHV dan Proxmox VE.

Solusi tersebut juga mendukung kebutuhan pemulihan dalam lingkungan on-premise maupun cloud, sehingga perusahaan memiliki fleksibilitas dalam menentukan strategi perlindungan data.

Synology turut memperkenalkan DP5200, perangkat backup dengan desain ringkas berukuran 1U yang ditujukan bagi perusahaan dengan infrastruktur tersebar di kantor pusat, cabang, maupun lokasi operasional lainnya.

Dengan pemisahan sistem pemulihan dari lingkungan produksi, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan ketahanan operasional ketika menghadapi ancaman keamanan siber.

Synology Office Suite Hadirkan Produktivitas Berbasis AI

Pemanfaatan AI juga membuka peluang bagi perusahaan untuk menyederhanakan pekerjaan administratif dan meningkatkan produktivitas karyawan.

Berbagai aktivitas seperti menyusun dokumen, menerjemahkan materi, membuat presentasi, mencari informasi, hingga mengolah data dapat dilakukan lebih efisien dengan dukungan kecerdasan buatan.

Namun, survei Synology menemukan bahwa lebih dari 80% perusahaan Indonesia masih menghabiskan setidaknya dua jam setiap minggu untuk menyusun, memformat, atau menerjemahkan dokumen tanpa bantuan AI.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya peluang penggunaan teknologi AI untuk mengurangi pekerjaan berulang sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Di sisi lain, penggunaan layanan AI juga menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan informasi, khususnya terkait lokasi pemrosesan data serta pengendalian akses terhadap dokumen sensitif.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Synology mengembangkan ekosistem produktivitas berbasis on-premises yang memungkinkan perusahaan memanfaatkan AI sambil mempertahankan kendali atas informasi bisnis.

Melalui Synology Office Suite, teknologi AI dapat membantu proses penyuntingan dokumen, pembuatan konten presentasi, serta pencarian formula dalam spreadsheet.

Kemampuan tersebut dilengkapi dengan Synology ChatPlus dan Meet yang mendukung komunikasi serta kolaborasi antarkaryawan melalui satu ekosistem terintegrasi.

Pendekatan ini memberikan keleluasaan bagi perusahaan untuk menerapkan kebijakan akses, mengatur pengelolaan informasi, dan mempertahankan tata kelola data sesuai kebutuhan internal.

Dengan demikian, peningkatan produktivitas tidak harus dilakukan dengan memindahkan informasi bisnis ke berbagai platform eksternal yang terpisah.

Teknologi AI Synology Perkuat Sistem Pengawasan Cerdas

Selain mendukung aktivitas administratif, Synology memperluas penggunaan AI untuk kebutuhan pengawasan fisik melalui pengembangan sistem surveillance cerdas.

Teknologi ini relevan bagi perusahaan yang mengelola fasilitas seperti pabrik, pusat perbelanjaan, kampus, gudang, maupun gedung perkantoran.

Dalam aktivitas sehari-hari, sistem keamanan dapat menghasilkan rekaman video dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menjadi tantangan ketika petugas harus menemukan kejadian tertentu untuk kebutuhan investigasi.

Melalui DVA7400, Synology menghadirkan kemampuan deteksi berbasis AI dan pencarian video cerdas yang membantu tim keamanan mengidentifikasi kejadian relevan secara lebih cepat.

Dengan teknologi tersebut, petugas tidak harus meninjau seluruh rekaman secara manual untuk menemukan informasi yang dibutuhkan.

Pemanfaatan AI memungkinkan rekaman pengawasan digunakan sebagai sumber informasi operasional, bukan sekadar arsip keamanan.

Hal ini berpotensi mempercepat proses investigasi, meningkatkan efektivitas pemantauan, serta membantu perusahaan merespons insiden dengan lebih efisien.

Synology juga memperkenalkan pengembangan teknologi hybrid surveillance yang menggabungkan infrastruktur on-premise dan cloud.

Pendekatan tersebut memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam menentukan sistem pengawasan berdasarkan skala operasional, kebutuhan penyimpanan, serta kebijakan keamanan masing-masing.

Infrastruktur AI Jadi Fondasi Ketahanan Bisnis

Melalui berbagai pengembangan produknya, Synology menekankan bahwa keberhasilan transformasi AI tidak hanya diukur berdasarkan jumlah teknologi yang diterapkan perusahaan.

Kesiapan infrastruktur penyimpanan, kemampuan pemulihan setelah serangan siber, efisiensi kolaborasi, serta pengendalian informasi menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan bisnis.

Clara Hsu menilai perusahaan membutuhkan fondasi teknologi yang mampu menjaga operasional tetap berjalan ketika menghadapi gangguan sekaligus beradaptasi terhadap perkembangan kebutuhan.

Ketahanan bisnis bukan sekadar kemampuan mencegah ancaman, tetapi juga memastikan organisasi dapat melakukan pemulihan dan melanjutkan aktivitas secara efektif.

Karena itu, modernisasi infrastruktur perlu dilakukan melalui pendekatan menyeluruh yang menggabungkan performa, keamanan, efisiensi, dan skalabilitas.

Melalui solusi penyimpanan data, ActiveProtect, Synology Office Suite, serta teknologi pengawasan berbasis AI, Synology berupaya membantu perusahaan Indonesia membangun lingkungan teknologi yang lebih tangguh.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat mendukung transformasi digital yang berkelanjutan sekaligus memberikan fondasi kuat bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan menghadapi tantangan bisnis di era kecerdasan buatan.

(Rutinitas Media)