PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) bersama PT Petrosea Tbk (PTRO) mengambil langkah ekspansi ke sektor tambang luar negeri dengan membidik aset pertambangan di Papua Nugini. Dua emiten yang berada dalam kelompok usaha milik Prajogo Pangestu tersebut telah mengajukan penawaran mengikat atau binding offer kepada Tolu Minerals Limited.
Langkah ini berkaitan dengan rencana pembelian instrumen surat utang yang dapat dikonversi menjadi saham atau convertible note. Nilai transaksi yang diajukan oleh CUAN dan PTRO mencapai AUD23,75 juta.
Target Akuisisi Lewat Convertible Note
Melalui pembelian instrumen tersebut, CUAN dan PTRO berpeluang memperoleh kepemilikan saham minimal 4,99 persen di Tolu Minerals. Setelah transaksi rampung, kedua perusahaan diproyeksikan menjadi pemegang saham langsung maupun tidak langsung di perusahaan tambang yang berbasis di Australia itu.
Manajemen CUAN dalam keterbukaan informasi pada Rabu, 25 Maret 2026, menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperluas basis aset dan memperkuat pengembangan usaha. Ekspansi tersebut juga diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.
Tolu Minerals Fokus pada Emas dan Tembaga
Sebagai informasi, Tolu Minerals merupakan perusahaan tambang emas dan tembaga yang tercatat di Bursa Australia atau ASX. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan aset tambang di Papua Nugini, wilayah yang dikenal memiliki potensi sumber daya mineral yang besar.
Salah satu aset utama yang dimiliki Tolu Minerals adalah tambang emas Tolukuma. Proyek ini ditargetkan mulai memasuki tahap produksi dalam waktu dekat, sehingga dinilai memiliki prospek yang menarik bagi investor strategis.

Papua Nugini Jadi Wilayah Prospektif
Selain proyek Tolukuma, Tolu Minerals juga mengembangkan sejumlah area eksplorasi lain di kawasan Pacific Ring of Fire. Kawasan ini dikenal luas sebagai salah satu wilayah dengan potensi cadangan mineral yang melimpah, terutama untuk komoditas emas dan tembaga.
Masuknya CUAN dan PTRO ke Tolu Minerals menunjukkan upaya serius kedua emiten dalam memperluas portofolio bisnis pertambangan. Ekspansi ini sekaligus mempertegas arah strategi perusahaan untuk mencari peluang pertumbuhan baru di pasar regional yang kaya sumber daya alam.
Sumber: IDX Channel
(Rutinitas Media)



