ASUS mengumumkan integrasi arsitektur AI hybrid ke seluruh lini perangkat komersialnya. Teknologi ini kini hadir pada berbagai produk seperti laptop ASUS ExpertBook, desktop ASUS ExpertCenter, hingga PC mini ASUS NUC. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ASUS dalam menghadirkan solusi komputasi AI yang lebih praktis, fleksibel, dan relevan untuk kebutuhan perusahaan modern.
Arsitektur AI hybrid tersebut dirancang untuk mendukung penerapan AI secara lokal atau on-premises dengan lebih mulus. Melalui pendekatan ini, perusahaan dapat menjalankan sebagian beban kerja AI langsung di perangkat, sementara cloud tetap digunakan untuk kebutuhan komputasi yang lebih kompleks. Dengan begitu, perusahaan bisa mendapatkan keseimbangan antara performa, efisiensi biaya, dan fleksibilitas penerapan.
Kehadiran teknologi ini menjadi penting karena semakin banyak perusahaan mulai mengadopsi model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) serta aplikasi berbasis agen AI. Di sisi lain, penggunaan AI generatif berbasis cloud secara penuh dapat menimbulkan tantangan baru, terutama dari sisi biaya token inferensi yang terus meningkat dan sulit diprediksi.
Menjawab Tantangan Biaya AI di Perusahaan
Dalam penerapan AI skala besar, biaya inferensi menjadi salah satu faktor yang paling diperhatikan perusahaan. Ketika seluruh proses AI bergantung pada cloud, biaya operasional dapat meningkat seiring bertambahnya volume penggunaan. Selain itu, pendekatan cloud murni juga dapat menghadirkan tantangan operasional, seperti latensi, ketergantungan koneksi, hingga kebutuhan pengelolaan data yang lebih kompleks.
Melalui arsitektur AI hybrid, ASUS menawarkan pendekatan yang lebih seimbang. Beban kerja AI yang relatif ringan atau memungkinkan untuk diproses secara lokal akan dijalankan langsung di perangkat. Sementara itu, cloud tetap digunakan untuk tugas yang membutuhkan sumber daya lebih besar.
Bryan Chang, General Manager of Commercial PC BU ASUS, menjelaskan bahwa menyeimbangkan performa dan biaya telah menjadi tantangan penting ketika adopsi AI di perusahaan semakin meluas. Menurutnya, AI hybrid memungkinkan lebih banyak pemrosesan AI dipindahkan ke perangkat, sehingga ketergantungan terhadap sumber daya cloud dapat dikurangi.
Pendekatan ini juga memperlihatkan arah baru pengembangan PC AI. Perangkat tidak lagi hanya diposisikan sebagai alat kerja mandiri, tetapi juga sebagai bagian dari solusi AI yang lebih terukur dan dapat diterapkan secara nyata di lingkungan bisnis.
Didukung Teknologi aiDAPTIV dari Phison
Pada tingkat teknologi, arsitektur AI hybrid ASUS mengintegrasikan teknologi ekstensi memori aiDAPTIV™ dari Phison. Teknologi ini memungkinkan perangkat dengan sumber daya perangkat keras terbatas tetap dapat mendukung model bahasa skala menengah hingga besar secara lokal.
Selama ini, salah satu hambatan utama menjalankan model AI besar di perangkat lokal adalah keterbatasan memori. Dengan aiDAPTIV, batasan tersebut dapat dikurangi, sehingga beban kerja AI yang sebelumnya membutuhkan infrastruktur kelas atas dapat dijalankan pada platform PC komersial.
Selain itu, ASUS juga menerapkan mekanisme perutean berbasis gateway. Sistem ini bekerja dengan cara menganalisis kompleksitas tugas, lalu menentukan apakah proses tersebut lebih efisien dijalankan secara lokal atau perlu dialihkan ke cloud. Dengan prioritas pemrosesan lokal jika memungkinkan, perusahaan dapat mengoptimalkan efisiensi tanpa mengorbankan performa.
Berdasarkan hasil PinchBench, sistem benchmarking yang digunakan untuk mengevaluasi model LLM sebagai agen pengkodean OpenClaw, pendekatan inferensi hybrid mampu menekan biaya inferensi model skala menengah hingga besar, seperti 26B dan 35B, hingga 70 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa AI hybrid dapat menjadi solusi hemat biaya untuk penerapan AI di lingkungan perusahaan.
Solusi AI untuk Banyak Kebutuhan Bisnis
Dengan portofolio perangkat komersial yang mencakup laptop, desktop, dan PC mini, ASUS memperluas penggunaan AI hybrid ke berbagai skenario kerja. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk terjemahan multibahasa, penyusunan email bisnis, ringkasan catatan rapat, hingga ringkasan kontrak dan dokumen panjang.
Selain itu, perusahaan juga dapat menggunakannya untuk tanya jawab berbasis pengetahuan internal, layanan pelanggan otomatis, respons FAQ, manajemen catatan CRM, serta dukungan penjualan. Berbagai kebutuhan tersebut sering kali dilakukan secara rutin di lingkungan bisnis, sehingga pemrosesan lokal dapat membantu mengurangi konsumsi token cloud.
Manfaat lainnya adalah peningkatan privasi data. Dengan menjalankan sebagian tugas AI di perangkat, perusahaan dapat membatasi jumlah data yang perlu dikirim ke cloud. Hal ini menjadi penting, terutama bagi organisasi yang menangani dokumen sensitif, data pelanggan, laporan internal, atau informasi bisnis strategis.
Arsitektur ini juga dapat mendukung skenario lain seperti asisten AI di perangkat, analisis log, dan dukungan pemecahan masalah. Dengan penerapan yang lebih fleksibel, perusahaan dapat mempercepat transisi dari proyek percontohan AI menuju implementasi skala besar.

Dorong Transformasi Digital Jangka Panjang
Ke depannya, ASUS akan terus mengembangkan PC AI dan platform komputasi komersial melalui integrasi perangkat keras, perangkat lunak, serta kolaborasi dengan mitra ekosistem. Melalui pendekatan tersebut, ASUS ingin menghadirkan infrastruktur AI yang mampu menyeimbangkan performa, biaya, dan fleksibilitas.
Dengan hadirnya ASUS AI hybrid di lini ExpertBook, ExpertCenter, dan NUC, perusahaan kini memiliki pilihan lebih luas untuk mengadopsi AI secara lebih efisien. Teknologi ini bukan hanya menjawab kebutuhan produktivitas hari ini, tetapi juga membuka jalan bagi transformasi digital jangka panjang yang lebih terukur dan berkelanjutan.
(Rutinitas Media)



