Seorang guru Bahasa Bali bernama Putu Putri Adelia Savitri mendadak menjadi perhatian warganet setelah unggahannya di TikTok berhasil masuk For You Page atau FYP. Guru muda yang akrab disapa Bu Putri ini mengajar di SDN 26 Dangin Puri dan dikenal oleh murid serta rekan kerjanya sebagai sosok yang ceria dalam mengajar.
Awalnya, Bu Putri mengaku hanya membagikan unggahan tersebut secara iseng tanpa menargetkan videonya akan viral. Namun, respons yang datang justru di luar dugaan. Postingan pertamanya berhasil menembus lebih dari satu juta penonton. Tidak hanya itu, unggahan lanjutan seperti part 2 dan part 3 juga ikut menarik perhatian banyak pengguna TikTok.

Awal Mula Konten Bu Putri Viral di TikTok
Konten Bu Putri menjadi ramai dibicarakan karena cara sederhananya dalam memberikan nilai kepada siswa. Ia tidak hanya menuliskan angka atau hasil penilaian, tetapi juga menambahkan gambar kecil dan catatan penyemangat yang disesuaikan dengan karakter masing-masing murid. Sentuhan sederhana ini membuat banyak orang merasa terharu sekaligus teringat pada masa sekolah dasar.
Banyak warganet memberikan apresiasi melalui kolom komentar. Bahkan, tidak sedikit orang tua siswa yang ikut merasa senang karena melihat cara penilaian yang terasa hangat dan menyenangkan. Salah satu komentar yang menarik perhatian Bu Putri adalah pertanyaan tentang mengapa dulu tidak ada guru yang mengajar dengan cara seasik itu.
Menurut Bu Putri, setiap guru tentu memiliki gaya dan ciri khas masing-masing dalam mendidik serta memberikan penilaian kepada anak didik. Karena itu, cara yang ia lakukan bukan untuk membandingkan metode mengajar guru lain, melainkan sebagai bentuk kecil dari kepedulian kepada murid.
Gambar Sederhana yang Membuat Siswa Lebih Semangat
Meski mengaku masih amatir dalam hal menggambar, Bu Putri merasa gambar sederhana yang ia buat dapat memberikan dampak positif bagi murid-muridnya. Baginya, ilustrasi kecil yang terlihat hidup dapat membuat anak-anak merasa lebih senang ketika menerima hasil belajar mereka.
Selain gambar, catatan penyemangat yang ia tuliskan juga menjadi daya tarik tersendiri. Kalimat-kalimat kecil tersebut dibuat agar siswa tidak merasa terlalu sedih ketika memperoleh nilai di bawah rata-rata. Dengan begitu, hasil penilaian tidak hanya terasa sebagai angka, tetapi juga sebagai dorongan untuk terus mencoba.

Terinspirasi dari Pengalaman Masa Sekolah
Bu Putri juga membagikan pengalaman pribadinya saat masih sekolah. Ia mengaku pernah merasakan tekanan ketika mendapat nilai kurang memuaskan, terutama pada pelajaran hitung-hitungan. Pengalaman itu membuatnya memahami bahwa nilai rendah terkadang bisa membuat anak merasa takut atau khawatir, apalagi jika harus pulang dan menghadapi reaksi orang tua.
Karena itu, catatan kecil yang ia tulis bukan hanya sekadar hiasan, tetapi juga bentuk perhatian kepada murid. Ia berharap anak-anak tetap merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar lebih baik. Menurutnya, nilai bukan satu-satunya ukuran kemampuan anak, sebab setiap siswa memiliki proses belajar dan karakter yang berbeda.
Mengajar dengan Suasana Ceria dan Tidak Menegangkan
Saat ini, Bu Putri mengajar siswa kelas 1 hingga kelas 6 dengan total 12 kelas. Semua muridnya mengenal dirinya sebagai guru yang mengajar dengan suasana ceria dan tidak menegangkan. Meski harus menulis banyak catatan penyemangat, ia mengaku justru merasa senang dan semakin menikmati kebiasaan tersebut.
Kebiasaan ini menunjukkan bahwa pendekatan sederhana dalam proses belajar dapat memberikan pengaruh besar bagi siswa. Guru tidak hanya berperan menyampaikan materi, tetapi juga membantu membangun rasa percaya diri anak melalui cara-cara yang hangat dan mudah diterima.

Catatan Kecil yang Memberi Dampak Besar
Kisah Bu Putri menjadi contoh bahwa perhatian sederhana dalam dunia pendidikan bisa meninggalkan kesan mendalam bagi siswa. Melalui gambar kecil dan kalimat penyemangat, seorang guru dapat menciptakan suasana belajar yang lebih hangat, menyenangkan, dan penuh empati.
Di tengah derasnya konten viral di media sosial, cerita Bu Putri memperlihatkan sisi positif TikTok sebagai ruang berbagi inspirasi. Dari sebuah unggahan sederhana, banyak orang kembali diingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai, tetapi juga tentang cara membuat anak merasa dihargai dalam proses belajarnya.
(Rutinitas Media)



