Meta resmi meluncurkan Small Business Growth Academy (SBGA) di Indonesia bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan UKMIndonesia.id. Program ini menjadi bagian dari inisiatif regional Meta di 12 pasar Asia Pasifik yang bertujuan membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau AI untuk mendorong pertumbuhan bisnis.
Di Indonesia, SBGA akan mendukung 150 pelaku UMKM dari Bandung, Batam, dan Jakarta. Para peserta akan mengikuti rangkaian workshop, sesi mentoring, serta pembelajaran langsung yang dirancang untuk memberikan pemahaman praktis mengenai pemasaran digital, produktivitas bisnis, dan peluang ekspansi ke pasar internasional.
Kehadiran program ini menjadi relevan karena semakin banyak pelaku usaha kecil dan menengah mulai melihat AI sebagai alat penting dalam mendukung operasional bisnis. Berdasarkan laporan Deloitte bertajuk AI for Business: APAC Trends, 78% UKM di Indonesia dan sejumlah pasar Asia Pasifik telah menggunakan setidaknya satu perangkat berbasis AI. Sementara itu, 82% responden berencana meningkatkan penggunaan AI dalam waktu dekat.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa 86% responden merasakan manfaat AI dalam meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional. Meski begitu, tantangan utama yang masih dihadapi UMKM adalah bagaimana mengubah ketertarikan terhadap AI menjadi penggunaan praktis yang konsisten dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Pelatihan AI untuk UMKM Dorong Transformasi Digital
Small Business Growth Academy dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Melalui program ini, pelaku UMKM tidak hanya diperkenalkan pada teknologi AI, tetapi juga dibekali keterampilan untuk menggunakannya secara lebih percaya diri dan efektif.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal S. Shofwan, menyampaikan bahwa penggunaan produk dalam negeri sedang menunjukkan tren positif. Pada periode Harbolnas 2025, transaksi produk lokal mencapai 46% atau senilai Rp16,6 triliun dari total transaksi selama penyelenggaraan Harbolnas.
Momentum tersebut dinilai perlu diperkuat melalui strategi promosi digital, termasuk pemanfaatan media sosial. Ekosistem Meta disebut mampu meningkatkan awareness masyarakat terhadap produk lokal rata-rata sebesar 40%. Karena itu, Kemendag mengapresiasi kolaborasi Meta, UKMIndonesia.id, dan Evermos dalam mengakselerasi transformasi digital UMKM serta membuka peluang ekonomi baru melalui pemasaran digital berbasis AI.
Kemendag juga berharap jaringan Perwakilan Perdagangan, seperti Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center, dapat membantu UMKM memperoleh informasi terkait akses menuju pasar global.
Country Director Meta untuk Indonesia, Pieter Lydian, menegaskan bahwa pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia sebenarnya sudah memiliki ketertarikan besar terhadap AI. Tantangannya adalah mengubah minat tersebut menjadi penggunaan yang percaya diri dan berkelanjutan. Melalui SBGA, Meta ingin menghadirkan keterampilan AI praktis secara langsung kepada pemilik usaha, sehingga mereka dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk di luar Indonesia.
Solusi Bisnis Meta untuk Perluas Jangkauan UMKM
Sepanjang program Small Business Growth Academy, peserta akan mempelajari cara memanfaatkan berbagai solusi bisnis Meta. Beberapa di antaranya mencakup fitur iklan berbasis AI, Meta Business Agent, dan WhatsApp Business.
Melalui pelatihan ini, UMKM akan dibantu memahami cara menjangkau pelanggan baru dengan lebih efektif, membuat serta mengoptimalkan iklan menggunakan AI, mengotomatiskan interaksi dengan pelanggan, dan mengembangkan strategi pemasaran lintas negara. Dengan begitu, pelaku usaha dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis tanpa harus terbebani oleh proses manual yang berulang.
Solusi bisnis Meta yang didukung AI juga telah menunjukkan hasil yang terukur bagi pengiklan di Indonesia. Bisnis yang beriklan di platform Meta mencatat rata-rata Return on Ad Spend atau ROAS sebesar 3,10x. Sementara itu, bisnis yang menggunakan solusi berbasis AI seperti Advantage+ mencatat peningkatan ROAS rata-rata sebesar 22%.

Imago Raw Honey Jadi Contoh UMKM yang Berkembang
Salah satu contoh UMKM yang telah merasakan manfaat teknologi digital adalah Imago Raw Honey. Berbasis di Bogor, usaha madu murni ini berhasil memperluas pasar hingga ekspor setelah memanfaatkan berbagai solusi bisnis Meta.
Founder Imago Raw Honey, Henry Hidayat, menyampaikan bahwa teknologi memiliki peran penting dalam perjalanan pertumbuhan bisnisnya. Solusi Meta membantu Imago Raw Honey berkembang dari melayani pelanggan lokal menjadi pemasok hotel berbintang lima dan menjangkau pelanggan di berbagai negara.
Imago Raw Honey memanfaatkan Reels untuk storytelling produk, Meta Ads berbasis AI untuk menemukan audiens yang tepat, serta WhatsApp Business untuk memberikan layanan pelanggan yang lebih cepat dan efisien. Konten edukatif mengenai manfaat madu murni dan proses panen berkelanjutan juga membantu meningkatkan brand awareness sekaligus membuka peluang penjualan B2B dan ekspor.
Meta berharap kisah Imago Raw Honey dapat menginspirasi lebih banyak UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital dan AI. Ke depan, peserta SBGA juga akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan Kemendag untuk memperkenalkan produk serta membagikan pengalaman mereka dalam menggunakan solusi berbasis AI. Program ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka akses UMKM Indonesia menuju pasar yang lebih luas.
(Rutinitas Media)



