Merdeka Gold ajukan IPO di Bursa Hong Kong untuk perluas investor global, seiring produksi Pani Gold Mine meningkat dan cadangan emas terus bertambah.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi mengajukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Hong Kong. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas basis investor sekaligus membuka akses pendanaan dari pasar internasional.

Perusahaan yang saat ini telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut menilai pencatatan saham di Hong Kong dapat meningkatkan profil perusahaan di mata investor institusi global. Aksi korporasi ini juga datang di tengah perkembangan operasional yang semakin positif, terutama dari tambang emas andalannya, Pani Gold Mine.

IPO Hong Kong Jadi Langkah Strategis Merdeka Gold

Dalam dokumen pengajuan yang disampaikan ke Bursa Hong Kong pada Jumat, 20 Maret 2026, Merdeka Gold menjelaskan bahwa dual listing ini ditujukan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Dengan masuk ke pasar modal Hong Kong, EMAS berupaya memperkuat eksposur terhadap investor asing dan memperbesar peluang mendapatkan modal luar negeri.

Untuk mendukung proses IPO tersebut, perusahaan menunjuk UBS dan Citic Securities sebagai penjamin emisi bersama. Kehadiran dua lembaga keuangan besar ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap rencana penawaran saham tersebut.

Merdeka Gold ajukan IPO di Bursa Hong Kong untuk perluas investor global, seiring produksi Pani Gold Mine meningkat dan cadangan emas terus bertambah.

Pani Gold Mine Jadi Andalan Pertumbuhan

Salah satu faktor yang menopang optimisme Merdeka Gold adalah kinerja dan potensi Tambang Emas Pani di Gorontalo. Perseroan menegaskan bahwa Pani Gold Mine merupakan tambang emas primer terbesar di Indonesia berdasarkan total sumber daya dan cadangan.

Tambang ini tercatat memiliki 7 juta ons emas dalam sumber daya mineral dan 5,2 juta ons emas dalam cadangan bijih. Besarnya potensi tersebut menjadi modal penting bagi Merdeka Gold untuk memperkuat posisi sebagai salah satu emiten tambang emas utama di Indonesia.

Kinerja Keuangan Masih Mencatat Rugi

Meski tengah melakukan ekspansi dan memperluas akses pendanaan, Merdeka Gold masih membukukan rugi bersih pada 2025 sebesar USD27,5 juta. Nilai ini meningkat dibandingkan rugi bersih pada 2024 yang sebesar USD12,7 juta.

Walau demikian, langkah perseroan menuju Bursa Hong Kong menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat struktur pembiayaan dan menyiapkan fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Saham EMAS Berpotensi Dapat Inflow Besar

Selain kabar IPO, saham EMAS juga mendapat sentimen positif setelah bersama PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) masuk dalam rebalancing Market Vectors Index Solutions (MVIS) Global Junior Gold Miners Index.

Indeks tersebut menjadi acuan VanEck Junior Gold Miners ETF (GDXJ), dengan perubahan efektif mulai berlaku pada 20 Maret 2026. Berdasarkan estimasi CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI), saham EMAS berpotensi menerima inflow terbesar sekitar USD86 juta atau setara kurang lebih Rp1,46 triliun, dengan bobot sekitar 0,73 persen.

Penjualan Emas Perdana Tandai Produksi Komersial

Di sisi operasional, Merdeka Gold juga mengumumkan penjualan emas perdana dari Tambang Emas Pani. Langkah ini menandai bahwa perusahaan telah memasuki fase produksi komersial.

Penjualan tersebut dilakukan melalui anak usaha PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) kepada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam sebanyak 16,0597 kilogram emas. Transaksi ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan proyek Pani Gold Mine yang selama ini menjadi fokus utama perusahaan.

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, menjelaskan bahwa penjualan tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Grup Merdeka dan Antam melalui Gold Sales and Purchase Agreement (GSPA). Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung penyerapan produksi emas domestik sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok emas nasional.

Merdeka Gold ajukan IPO di Bursa Hong Kong untuk perluas investor global, seiring produksi Pani Gold Mine meningkat dan cadangan emas terus bertambah.

Cadangan Emas Merdeka Gold Terus Meningkat

Seiring dimulainya produksi, Merdeka Gold juga melaporkan kenaikan signifikan pada basis cadangan emasnya. Berdasarkan estimasi terbaru per 31 Desember 2025, total Ore Reserves meningkat menjadi 203,1 juta ton bijih dengan kadar rata-rata 0,79 gram per ton emas.

Dari total cadangan tersebut, kandungan emas diperkirakan mencapai sekitar 5,2 juta ons. Peningkatan ini semakin memperkuat prospek jangka panjang Merdeka Gold di tengah upaya perusahaan memperluas pendanaan dan eksposur pasar.

Prospek EMAS Kian Menarik

Kombinasi antara rencana IPO di Bursa Hong Kong, mulai berjalannya produksi komersial di Pani Gold Mine, serta kenaikan cadangan emas menjadi sinyal kuat bahwa Merdeka Gold tengah menyiapkan fase pertumbuhan berikutnya. Dengan strategi dual listing dan dukungan aset tambang berkapasitas besar, EMAS berpeluang memperkuat daya tariknya di hadapan investor domestik maupun internasional.

Sumber: IDX Channel

(Rutinitas Media)