ROG NUC 16 Hadir dengan RTX 5080 dan AI TOPS Tinggi

ASUS ROG memperkenalkan ROG NUC 16, mini PC gaming ringkas dengan Intel Core Ultra 9, GeForce RTX 5080, pendinginan QuietFlow, dan AI TOPS tinggi.

ASUS Republic of Gamers resmi mengumumkan kehadiran ROG NUC 16, mini PC gaming ringkas yang dirancang untuk menjawab kebutuhan gamer, kreator konten, hingga pengguna profesional yang membutuhkan performa tinggi dalam bodi compact. Perangkat ini hadir dengan prosesor Intel Core ARL-HX dan GPU laptop hingga NVIDIA GeForce RTX 5080, menjadikannya salah satu mini PC ROG yang menawarkan kombinasi performa gaming, kreativitas, dan komputasi AI dalam satu perangkat.

ROG NUC 16 tidak hanya mengandalkan ukuran yang ringkas. ASUS juga membekalinya dengan desain termal baru, sistem pendinginan QuietFlow, serta stand lepas-pasang yang telah dipatenkan. Dengan stand tersebut, pengguna dapat menempatkan perangkat secara vertikal maupun horizontal sesuai kebutuhan ruang, baik untuk setup gaming di meja kerja maupun penggunaan hiburan di ruang keluarga.

Performa Tinggi untuk Gamer dan Kreator

ROG NUC 16 ditenagai prosesor Intel Core Ultra 9 290HX Plus terbaru. Prosesor ini dirancang untuk memberikan peningkatan performa dibandingkan ROG NUC generasi sebelumnya, terutama untuk kebutuhan gaming, multitasking berat, editing, hingga workflow berbasis AI.

Untuk mendukung performa yang lebih responsif, mini PC ini juga membawa dukungan memori DDR5-6400 hingga 128GB. Kapasitas dan kecepatan memori tersebut membantu menjaga pengalaman gaming high-FPS tetap halus, sekaligus membuat proses kerja kreatif seperti rendering, editing video, dan produksi konten berjalan lebih lancar.

Di sektor grafis, ROG NUC 16 dibekali GPU laptop hingga NVIDIA GeForce RTX 5080. Kombinasi CPU dan GPU kelas atas ini membuat perangkat mampu menangani game AAA modern, proyek kreatif berskala besar, hingga beban kerja berbasis grafis yang membutuhkan tenaga komputasi tinggi.

Dukung NVIDIA DLSS 4.5

ROG NUC 16 juga mendukung NVIDIA DLSS 4.5 dengan teknologi ML-based Super Resolution dan Multi-frame Generation. Teknologi ini dirancang untuk menghasilkan pengalaman gaming yang lebih cepat, lebih halus, dan lebih imersif, terutama saat menjalankan game dengan visual berat.

Model transformer Super Resolution terbaru yang digunakan mampu meningkatkan kualitas pencahayaan, detail visual, dan kejernihan gerakan. Hal ini tidak hanya bermanfaat untuk gaming, tetapi juga untuk kebutuhan rendering real-time, editing video, serta workflow kreatif hingga resolusi 8K.

Untuk game AAA, DLSS 4.5 dapat membantu mengurangi latensi dan menghasilkan hingga lima frame per rendered frame. Dengan begitu, gamer dapat menikmati visual yang lebih mulus tanpa harus mengorbankan performa secara berlebihan. ASUS juga menyebut ROG NUC 16 dengan Intel Core Ultra 9 290HX Plus mampu menghadirkan performa 3DMark hingga 2,3% lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

Siap untuk Beban Kerja AI Lokal

Selain gaming dan konten kreatif, ROG NUC 16 juga disiapkan untuk kebutuhan AI. Perangkat ini mampu menghadirkan performa hingga 1334 AI TOPS dan didukung memori GDDR7 16GB khusus untuk GPU komputasi AI lokal.

Kemampuan tersebut membuat ROG NUC 16 relevan untuk pengguna yang ingin menjalankan model AI secara lokal, membuat agen AI pribadi, atau mencoba model LLM tanpa selalu bergantung pada cloud. Dengan tren AI yang semakin berkembang, kehadiran mini PC bertenaga seperti ini menjadi semakin menarik bagi pengguna yang membutuhkan perangkat ringkas namun tetap powerful.

Pendinginan QuietFlow yang Lebih Senyap

Untuk menjaga performa tetap stabil, ASUS membekali ROG NUC 16 dengan sistem pendinginan QuietFlow Cooling. Desain termal ini menggunakan tiga kipas berukuran 102 x 102 x 17 mm dan dual vapor chamber. Kombinasi tersebut membantu memperluas area pendinginan dalam chassis ringkas berukuran sekitar tiga liter.

ASUS juga meningkatkan cakupan termal CPU sebesar 12%, sehingga prosesor dapat bekerja mendekati potensi maksimalnya. Selain itu, ROG NUC 16 dibekali heatsink SSD khusus yang mampu menurunkan suhu pengoperasian dari 72 derajat Celsius menjadi 59 derajat Celsius jika dibandingkan dengan sistem tanpa heatsink.

Peningkatan termal ini penting untuk mengurangi risiko thermal throttling, terutama saat perangkat digunakan untuk gaming panjang, rendering, atau editing video intensif. Meski membawa performa tinggi, ROG NUC 16 tetap dirancang agar bekerja senyap. Dalam beban kerja penuh, perangkat ini diklaim dapat beroperasi di bawah 38 dBA, mendekati tingkat keheningan perpustakaan.

ASUS ROG memperkenalkan ROG NUC 16, mini PC gaming ringkas dengan Intel Core Ultra 9, GeForce RTX 5080, pendinginan QuietFlow, dan AI TOPS tinggi.

Desain Fleksibel dan Konektivitas Modern

Dari sisi tampilan, ROG NUC 16 memperkenalkan Moonlight White Edition pertama dalam seri ini. Chassis logamnya memberikan kesan premium dan mudah menyatu dengan berbagai setup PC modern. Pengguna juga dapat mengatur posisi perangkat secara vertikal atau horizontal menggunakan stand lepas-pasang yang dipatenkan.

Fleksibilitas ini membuat ROG NUC 16 cocok untuk berbagai skenario. Perangkat bisa ditempatkan di ruang tamu untuk gaming hingga 8K, atau digunakan di meja kerja dengan dukungan hingga lima layar 4K. Bagi kreator, kemampuan multi-display ini dapat membantu memperluas ruang kerja saat mengedit video, mengelola timeline, atau melakukan multitasking dengan banyak aplikasi.

ROG NUC 16 juga dibekali Thunderbolt 4 untuk mendukung konektivitas penyimpanan eksternal berkecepatan tinggi. Fitur ini sangat membantu pengguna yang bekerja dengan file video besar atau proyek kreatif berukuran tinggi.

Selain itu, perangkat ini dilengkapi GlideX, solusi berbagi layar dan kontrol lintas perangkat serta lintas platform. Dengan dukungan koneksi kabel dan nirkabel, GlideX memungkinkan pengguna membangun ruang kerja atau setup gaming yang lebih luas dan fleksibel.

Dengan kombinasi performa tinggi, GPU RTX 5080, dukungan AI hingga 1334 TOPS, pendinginan QuietFlow, serta desain ringkas yang fleksibel, ROG NUC 16 menjadi pilihan menarik bagi gamer dan kreator yang membutuhkan PC bertenaga besar dalam ukuran mini.

(Rutinitas Media)