Lewati ke konten
August 31, 2026
News Media Rutinitas Anak Muda Indonesia
Teknologi

Desainer Masa Depan Harus Kuasai AI hingga Bisnis

August 27, 2026 rutinitas 0

Perkembangan teknologi dan industri kreatif membuat peran desainer terus berubah. Kemampuan menghasilkan visual menarik kini tidak lagi cukup. Talenta desain masa depan juga dituntut memahami kecerdasan artifisial atau AI, bisnis, kepemimpinan, kekayaan intelektual, budaya, hingga cara menciptakan dampak bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar dalam sesi Designpreneur Meets Ekraf: Peluang Kolaborasi di Era Convergence, bagian dari MODB 2026: First Wave – The Convergence of Design di BINUS International @FX Sudirman, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

MODB 2026 digelar Master of Design BINUS UNIVERSITY pada 19–22 Agustus 2026. Kegiatan ini mempertemukan karya dan gagasan para Master Designer dengan pelaku industri, praktisi, investor, pemerintah, serta masyarakat melalui MODB Thesis Exhibition, MODB Innovation Talks, dan MODB Design Dealing Room.

Kampus Perlu Menjadi Ruang Eksperimen

Menurut Irene, perubahan kebutuhan industri harus direspons sejak lingkungan pendidikan. Kampus tidak cukup hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh teori dan pengetahuan. Institusi pendidikan juga perlu menyediakan ruang aman untuk menguji gagasan, bereksperimen, membuat prototipe, bahkan mengalami kegagalan.

“Kampus harus jadi sandbox, ruang aman di mana mahasiswa boleh bertanya semua hal, membuat prototipe yang gagal, dan mencoba ide yang belum pernah ada tanpa takut dihakimi,” ujar Irene.

Pengalaman tersebut dinilai penting agar talenta kreatif lebih siap menghadapi perubahan. Prosesnya juga membutuhkan ekosistem yang mendorong mahasiswa, akademisi, industri, dan pelaku kreatif untuk bertukar perspektif serta mengembangkan inovasi secara berkelanjutan.

Dalam konteks ekonomi kreatif, Irene menyoroti kerangka Hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, lembaga keuangan, komunitas atau asosiasi, serta media. Masing-masing mempunyai peran yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem kreatif.

Kolaborasi lintas disiplin pun semakin penting dalam proses desain. Sebuah karya tidak hanya dinilai dari konsep dan estetika, tetapi juga dari kemampuannya mengakomodasi teknologi, kebutuhan bisnis, nilai budaya, hingga persoalan masyarakat.

Karena itu, kompetensi seperti AI literacy, leadership and systemic thinking, intellectual property readiness, cultural intelligence, hingga designing impact dinilai semakin relevan. Dengan kemampuan tersebut, desainer dapat berperan sebagai pemecah masalah, penghubung berbagai perspektif, sekaligus pencipta nilai.

MODB 2026 Jadi Ruang Konvergensi Desain

Semangat lintas disiplin menjadi fondasi MODB 2026. Melalui MODB Thesis Exhibition, BINUS UNIVERSITY menampilkan tugas akhir mahasiswa Master of Design dari angkatan pertama dan kedua. Angkatan pertama diwisuda pada Desember 2025, sedangkan angkatan kedua pada Agustus 2026.

Karya yang ditampilkan memperlihatkan proses riset, eksplorasi, eksperimen, serta pengembangan gagasan untuk merespons berbagai persoalan dan isu kontemporer.

MODB Innovation Talks turut menghadirkan CEO WIR Group Stephen Ng, Investor & Corporate Venture Builder Richie Wirjan, serta Irene Umar.

Stephen menekankan pentingnya fondasi filosofis dalam desain dan penggunaan teknologi secara etis dengan tetap menempatkan empati terhadap manusia sebagai bagian utama dari proses desain.

Sementara itu, Richie menyoroti peluang desainer berkembang menjadi designpreneur. Pemahaman bisnis menjadi penting agar karya tidak berhenti sebagai gagasan, melainkan dapat dikembangkan menjadi produk maupun solusi yang menjangkau pasar lebih luas.

MODB Design Dealing Room kemudian menjadi ruang pertemuan antara Master Designer dengan mitra industri dan stakeholder eksternal. Forum tersebut membuka peluang agar karya yang lahir dari lingkungan akademik dapat dikembangkan melalui kolaborasi, implementasi, maupun investasi.

Head of Department Master of Design BINUS Graduate Program Dr. Ferric Limano mengatakan MODB dirancang sebagai ruang temu antara gagasan, pemikiran, inovasi, dan masyarakat.

Menurutnya, perkembangan desain membutuhkan teknologi yang digunakan secara beretika, pemahaman bisnis yang kuat, serta kolaborasi lintas disiplin agar mampu memberikan dampak lebih luas.

Direktur BINUS Graduate Program Prof. Dr. Ir. Ford Lumban Gaol juga melihat perpaduan teknologi dan kreativitas dapat membuka peluang baru. Salah satunya melalui pengembangan aset virtual yang mempunyai nilai ekonomi dan berpotensi dimonetisasi.

Wamen Ekraf menilai desainer masa depan perlu menguasai AI, bisnis, budaya, dan kolaborasi agar mampu menciptakan dampak lebih luas.

Amarta Bawa Budaya Indonesia ke Pasar Global

Implementasi konsep The Convergence of Design terlihat melalui Amarta: Kingdom of Shadows, strategy simulation game karya alumni Master of Design BINUS UNIVERSITY Ronald Jaya Setiawan.

Terinspirasi dari kisah Wayang Babad Wanamarta, game tersebut mengajak pemain membangun kerajaan dari sebuah hutan terlarang, mengelola sumber daya, melindungi masyarakat, serta mengembangkan wilayah.

Amarta dikembangkan menggunakan pendekatan Design Thinking. Prosesnya dimulai dengan memahami pemain dan ekspektasinya, mengeksplorasi ide, membuat prototipe, melakukan playtesting, hingga menyempurnakan permainan berdasarkan masukan pengguna.

Budaya Indonesia pun tidak hanya ditempatkan sebagai latar cerita. Berbagai unsur budaya diintegrasikan melalui gameplay, eksplorasi, dan visual storytelling sehingga menjadi bagian langsung dari pengalaman bermain.

Amarta juga memperoleh dukungan Dana Indonesiana, program pendanaan pemerintah yang mendukung pengembangan karya inovatif berbasis budaya lokal. Game tersebut direncanakan hadir di Steam agar dapat menjangkau pemain lokal maupun internasional.

Karya itu menunjukkan bagaimana desain dapat menjadi titik temu antara budaya, teknologi, dan kebutuhan pasar. Bagi BINUS UNIVERSITY, perjalanan Amarta sekaligus menjadi contoh bagaimana proses pembelajaran akademik dapat berkembang menjadi karya nyata dan menciptakan nilai di industri.

Melalui MODB 2026, BINUS UNIVERSITY menegaskan pentingnya mempertemukan pendidikan dengan perkembangan industri kreatif. Desainer masa depan diharapkan tidak hanya mahir menghasilkan karya, tetapi juga mampu memahami teknologi, bisnis, budaya, kolaborasi, serta dampak yang ingin diciptakan bagi masyarakat.

(Rutinitas Media)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *