Nama Fellow menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian sepanjang gelaran FFWS SEA 2026 Fall. Kesempatan bermain bersama Bigetron by Vitality berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh pemain yang sebelumnya berkembang melalui jalur FFNS dan Academy tersebut.
Naik ke level kompetisi SEA tentu menghadirkan tantangan berbeda. Fellow mengakui terdapat perbedaan cukup besar antara permainan di FFNS dan FFWS SEA.
Menurutnya, pertandingan di FFNS cenderung lebih mengandalkan kemampuan mekanik serta permainan agresif. Sementara pada level FFWS SEA, tim-tim mampu menggabungkan kekuatan mekanik dengan pemahaman strategi yang lebih matang.

Kondisi tersebut membuat lawan tidak hanya berbahaya dalam pertempuran langsung, tetapi juga mampu mengubah pendekatan permainan dan menjalankan pertandingan secara lebih terstruktur.
Bigetron Siapkan Fellow Lewat Simulasi
Coach Chrisjo menjelaskan bahwa Bigetron melakukan berbagai simulasi untuk membantu Fellow dan pemain Academy beradaptasi. Persiapan tersebut mencakup cara bermain dari drop zone Bigetron hingga kemungkinan menghadapi tim agresif yang berada di sekitar mereka.
Adaptasi Fellow juga berlangsung dari sisi komunikasi. Ketika bermain bersama Academy, ia terbiasa menggunakan bahasa Manado dengan tempo komunikasi yang cepat.
Setelah masuk ke tim utama, Fellow harus menyesuaikan pola komunikasi sekaligus mengikuti Koja sebagai leader Bigetron di dalam pertandingan.
Proses adaptasi tersebut sejauh ini mendapat respons positif dari sejumlah pelatih tim Indonesia.

Fellow Mendapat Pujian dari Para Coach
Coach Tri dari MBR Omega menilai Fellow mampu tampil tenang dan cepat menyesuaikan diri dengan atmosfer kompetisi.
Coach AFM dari ONIC juga menyoroti keberhasilan Fellow mematahkan anggapan bahwa pemain komunitas yang baru masuk ke FFWS SEA akan mudah mengalami demam panggung.
Penilaian positif turut datang dari Coach Ady RRQ Kazu. Sementara Coach Leem dari EVOS Divine memasukkan Fellow bersama Poom sebagai pemain yang dinilai mampu memberikan pembuktian selama kompetisi.
Perjalanan Fellow bersama Bigetron by Vitality menjadi gambaran menarik mengenai jalur pemain dari FFNS menuju level SEA.
Kemampuan mekanik memang tetap menjadi modal utama, tetapi adaptasi terhadap strategi, komunikasi, serta tekanan kompetisi menjadi tantangan berikutnya. Dalam kasus Fellow, proses tersebut sejauh ini berhasil dilewati dengan cukup meyakinkan.
(Rutinitas Media)


1 Komentar