Beberapa menit sebelum Game 12 yang menentukan gelar FFWS SEA 2026 Fall, pelatih Bigetron by Vitality, Christian Jonathan Pascoal atau Chrisjo, mengambil pendekatan berbeda. Alih-alih memberikan instruksi panjang mengenai peta, rotasi, atau cara memasuki zona, ia memilih membenahi pola pikir para pemain.
Chrisjo melihat satu masalah utama dalam permainan Bigetron saat itu. Tim dinilai terlalu lambat mengambil keputusan dan cenderung bermain terlalu aman.
Bigetron Dinilai Terlalu Fokus pada Zona
Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, Bigetron banyak mempertimbangkan posisi zona. Strategi tersebut memang mampu membantu tim bertahan lebih lama. Namun dalam situasi Champion Rush, sekadar bertahan belum cukup untuk memastikan gelar juara.
Karena itu, Chrisjo meminta para pemain meningkatkan insting dalam mencari eliminasi. Ketika menemukan lawan di sekitar mereka, Bigetron harus berani memberikan tekanan.
Pemain diminta melakukan spray untuk mengganggu pergerakan lawan, memaksa musuh mundur, serta menyelesaikan eliminasi ketika peluang terbuka.
Pesannya sederhana: jangan terlalu aman.
Meski demikian, Chrisjo tidak meminta pemain berubah menjadi agresif tanpa perhitungan. Fokus utamanya adalah keberanian dalam mengambil keputusan pada momentum yang tepat.

Berani Mengambil Fight Bukan Berarti Nekat
Menurut Chrisjo, bergerak agresif harus tetap memiliki tujuan. Pemain perlu membaca kapan sebuah fight layak diambil, kemudian mengeksekusinya tanpa membuang terlalu banyak waktu untuk ragu.
Terlalu lama mempertimbangkan pilihan justru dapat memberikan kesempatan kepada lawan untuk lebih dahulu mengunci pergerakan Bigetron.
Pendekatan itu terlihat pada fase akhir Game 12. Saat pertandingan menyisakan GOW, AG.AL International, RRQ Kazu, dan Bigetron by Vitality, seluruh tim masih memiliki peluang untuk menjadi juara.
Bigetron kemudian tampil aktif dalam mempersempit jarak dan memberikan tekanan kepada lawan. Komunikasi antarpemain juga dibuat lebih sederhana dengan orientasi langsung terhadap pergerakan musuh dan peluang eliminasi.
Strategi tersebut akhirnya menghasilkan Booyah yang memastikan Bigetron juara FFWS SEA 2026 Fall.
Tentu, satu pesan sebelum pertandingan tidak dapat menggambarkan seluruh perjalanan Bigetron menuju gelar. Namun perubahan mindset dari menunggu kesempatan menjadi berani menciptakannya menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan mereka di Game 12.
(Rutinitas Media)

