ONIC masih menjalani proses adaptasi di FFWS SEA 2024 Fall, termasuk mengatasi kendala komunikasi Poom dan mematangkan roster baru.

Performa ONIC di Week 1 FFWS SEA 2026 Fall masih membutuhkan sejumlah evaluasi. Selain berusaha menemukan strategi terbaik dengan komposisi roster baru, proses adaptasi Poom menjadi salah satu perhatian tim, khususnya dalam aspek komunikasi selama pertandingan.

Coach AFM menjelaskan bahwa kendala yang dialami pemain asal Thailand tersebut bukan terletak pada kemampuan mekanik. Secara individu, Poom dinilai sudah memiliki kualitas permainan yang dibutuhkan ONIC untuk bersaing di level kompetitif.

ONIC masih menjalani proses adaptasi di FFWS SEA 2024 Fall, termasuk mengatasi kendala komunikasi Poom dan mematangkan roster baru.

Kemampuan bahasa Indonesia Poom juga sudah cukup baik untuk memberikan informasi sederhana saat pertandingan, seperti menyampaikan posisi lawan atau kondisi pemain musuh. Tantangannya muncul ketika ia harus menjelaskan strategi atau skema permainan yang lebih kompleks kepada rekan satu tim.

Hal tersebut menjadi cukup penting karena Poom sebelumnya memiliki pengalaman sebagai kapten. Ia terbiasa membaca situasi sekaligus memikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi di dalam pertandingan. Namun, gagasan tersebut harus bisa disampaikan dengan cepat karena komunikasi dalam pertandingan Free Fire berlangsung dalam hitungan detik.

ONIC Masih Mencari Komposisi Terbaik

Selain komunikasi Poom, ONIC juga masih beradaptasi dengan susunan pemain barunya. Week 1 menjadi pengalaman pertama roster tersebut bermain bersama di atas panggung kompetitif.

AFM mengungkapkan ONIC masih mencoba berbagai pendekatan, termasuk strategi double sniper. Tim juga memainkan Putra dan Demon di lini depan, dua pemain komunitas yang masih berada dalam tahap pengembangan.

ONIC masih menjalani proses adaptasi di FFWS SEA 2024 Fall, termasuk mengatasi kendala komunikasi Poom dan mematangkan roster baru.

ONIC masih menjalani proses adaptasi di FFWS SEA 2024 Fall, termasuk mengatasi kendala komunikasi Poom dan mematangkan roster baru.

Kondisi tersebut membuat ONIC tidak menetapkan ekspektasi terlalu tinggi pada pekan pembuka. Fokus utama mereka adalah meningkatkan koordinasi sekaligus mencari formula permainan yang paling efektif.

ONIC masih memiliki waktu beberapa pekan untuk memperbaiki performa. Target terdekat adalah bertahan di posisi 12 besar, sembari terus mematangkan roster agar memiliki peluang lebih besar mengamankan tiket menuju Grand Final FFWS SEA 2026 Fall.

(Rutinitas Media)