Lewati ke konten
September 17, 2026
News Media Rutinitas Anak Muda Indonesia
News

Biaya Gangguan Pernapasan Naik, Proteksi Jadi Penting

September 17, 2026 rutinitas 0

Memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia kembali meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kondisi tersebut semakin mendapat perhatian seiring paparan abu vulkanik, kabut asap akibat kebakaran hutan, serta periode hari tanpa hujan yang dapat meningkatkan konsentrasi polutan di udara.

Kelompok anak-anak dan lansia menjadi salah satu yang perlu mendapat perhatian lebih. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus ISPA di Indonesia sepanjang Januari hingga awal Agustus 2026 telah menembus lebih dari 10,6 juta kasus. Angka tersebut menunjukkan bahwa gangguan pernapasan masih menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan pencegahan serta deteksi dini.

Biaya Gangguan Pernapasan Meningkat 106,3%

Risiko gangguan kesehatan tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi keuangan keluarga akibat pengeluaran medis yang tidak direncanakan.

Data internal klaim medis Prudential Indonesia mencatat rata-rata biaya perawatan gangguan pernapasan untuk kelas rumah sakit dan jenis tindakan yang sama meningkat 106,3%, dari sekitar Rp49,9 juta pada 2023 menjadi Rp103 juta pada 2025.

Kenaikan juga terjadi pada biaya kamar rawat inap VIP. Tarif yang sebelumnya sekitar Rp1,5 juta per hari meningkat 57% menjadi Rp2,35 juta per hari.

Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth mengatakan pencegahan dan perlindungan perlu berjalan beriringan. Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu berupaya mencegah penyakit, tetapi juga mempersiapkan dampak finansial apabila perawatan medis dibutuhkan.

Pencegahan dan Proteksi Perlu Berjalan Bersama

Langkah preventif dapat dilakukan dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat, memantau kualitas udara, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, serta segera memeriksakan diri saat mengalami gejala gangguan pernapasan.

Prudential Indonesia juga menjalankan sejumlah program lingkungan, mulai dari penanaman mangrove, diskusi Earth Talks: The Impacts of Microplastic on Our Health and Earth, hingga program Desa Maju Prudential yang mencakup penyediaan fasilitas air bersih serta edukasi pembuatan area biopori.

Di sisi proteksi, Prudential Indonesia mencatat pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp8,9 triliun kepada lebih dari 149.000 nasabah sepanjang semester pertama 2026. Nilainya meningkat 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, klaim medis mencapai Rp3,3 triliun atau tumbuh 15%.

Dengan biaya medis yang terus meningkat, perlindungan kesehatan dapat menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan finansial keluarga. Pencegahan yang dilakukan sejak dini, disertai proteksi yang memadai, membantu masyarakat lebih siap menghadapi risiko kesehatan maupun kebutuhan biaya medis yang tidak terduga.

(Rutinitas Media)